• Kamis, 09 April 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Madu Kelulut.(Foto: Achmad Rizki/Kutairaya)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Pembudidaya madu kelulut di Kelurahan Mangkurawang, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mengeluhkan kesulitan menjual hasil panen madu kelulut.

Salah seorang pembudidaya madu kelulut, Rusniah mengatakan, pangsa pasar madu kelulut saat ini sangat minim.

Biasanya hasil panen madu kelulut diambil oleh pengepul dan koperasi.

"Tapi saat ini jarang ada pesanan dari pengepul dan koperasi terhadap hasil panen madu kelulut," kata Rusniah kepada Kutairaya, Rabu (8/4/2026).

Sehingga madu tersebut dibiarkan saja di wadahnya.

Jika ada yang pesan, maka madu akan disedotkan dari wadahnya.

"Harga jual madu kelulut bervariatif, tergantung dari ukuran wadah penampungannya, mulai dari Rp 100-500 ribu," ucapnya.

Dia berharap pemerintah daerah dapat membantu untuk mencarikan pangsa pasar khusus penjualan madu kelulut.

Menanggapi hal itu, Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kukar, Sayid Fathullah mendorong seluruh pelaku usaha, untuk dapat memanfaatkan teknologi digital, terutama dalam memasarkan produk usaha mereka.

"Memasarkan produk lewat online dinilai lebih mudah dan banyak menangkap konsumen. Sehingga para pedagang harus mengikuti perkembangan zaman," kata Sayid.

Pihaknya akan bekerja sama dengan marketplace, seperti Shopee.

Hal ini bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mempromosikan produk lokal secara luas. (Ary)



Pasang Iklan
Top