• Kamis, 09 April 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Asisten II Sekretariat Daerah Samarinda, Marnabas.(Foto: Abi/KutaiRaya)


SAMARINDA, (KutaiRaya.com) : Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda akan membuka seleksi Dewan Pengawas (Dewas), Perusahaan Umum Daerah (Perusda) Varia Niaga untuk melengkapi struktur pengawasan yang dinilai belum ideal.

Hal ini dilakukan guna melengkapi komposisi yang dinilai belum ideal. Penguatan ini penting untuk memastikan fungsi pengawasan berjalan optimal, mengingat peran Varia Niaga tidak hanya sebagai entitas bisnis, tetapi juga sebagai instrumen pemerintah dalam menjaga stabilitas harga, dan mengendalikan inflasi di daerah.

Asisten II Sekretariat Daerah Samarinda, Marnabas menyebutkan, saat ini posisi Dewas Varia Niaga masih belum lengkap, sementara jumlah direksi telah memenuhi formasi.

“Dewas itu baru satu, sementara direksi sudah dua. Idealnya Dewas minimal dua, apalagi dari unsur pemerintah belum ada,” ujarnya, Rabu (8/4/2026).

Ia menjelaskan, proses seleksi akan segera dibuka dengan mempertimbangkan sejumlah kriteria, mulai dari pengalaman, latar belakang, hingga pemahaman di bidang perdagangan dan ekonomi.

“Nanti kita buka seleksi. Tentu ada kriterianya, pengalaman, basic-nya di perdagangan, dan hal-hal lain yang akan kita nilai,” jelasnya.

Marnabas menegaskan, keberadaan Varia Niaga tidak semata-mata berorientasi pada keuntungan, tetapi juga memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah, khususnya pengendalian inflasi.

“Varia Niaga ini bukan hanya cari profit untuk menghidupi perusahaan, tapi juga punya fungsi sosial. Kalau harga naik, mereka harus turun lewat operasi pasar,” tegasnya.

Ia mencontohkan, peran perusahaan daerah tersebut dalam penyediaan bahan pokok melalui toko inflasi, seperti beras, minyak goreng, hingga ikan, ketika terjadi lonjakan harga di pasaran.

“Kalau ikan layang naik, mereka harus ikut turun jual ikan layang. Jadi menjaga keseimbangan harga,” katanya.

Menurutnya, pemerintah tidak bisa sepenuhnya menyerahkan mekanisme harga kepada pasar, tetapi juga tidak bisa terlalu sering melakukan intervensi.

“Kalau dibiarkan, pedagang akan cari keuntungan sebesar-besarnya. Tapi kalau terlalu sering operasi pasar, pedagang juga bisa rugi. Jadi pemerintah harus berada di tengah-tengah,” ujarnya.

Ia menambahkan, keseimbangan antara inflasi dan deflasi menjadi kunci, dalam menjaga pertumbuhan ekonomi daerah.

“Kalau inflasi tinggi, daya beli turun. Kalau deflasi, pertumbuhan ekonomi menurun. Ini yang harus kita jaga,” jelasnya.

Dengan penguatan struktur Dewan Pengawas, Pemkot Samarinda berharap Perusda Varia Niaga dapat semakin optimal, dalam menjalankan peran ganda sebagai badan usaha sekaligus instrumen stabilisasi ekonomi daerah.

“Kita ingin Varia Niaga ini kuat secara bisnis, tapi tetap hadir sebagai penyeimbang ekonomi masyarakat,” pungkasnya. (*Abi)



Pasang Iklan
Top