• Sabtu, 04 April 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Himbauan Cuaca Ekstrim Kukar.(Dok. BPBD Kukar)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Anggota Komisi IV DPRD Kutai Kartanegara (Kukar), Muhammad Idham, mengingatkan perusahaan dan masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar, mengingat potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) semakin meningkat, terutama jelang musim kemarau.

Idham menegaskan, praktik pembukaan lahan dengan cara dibakar masih kerap terjadi, baik oleh oknum perusahaan maupun masyarakat.

Hal ini dinilai berisiko besar terhadap kerusakan lingkungan serta keselamatan warga.

“Kami berharap perusahaan tidak lagi membuka lahan dengan cara membakar. Begitu juga masyarakat, khususnya yang membuka lahan pertanian, agar lebih berhati-hati dan mengurangi cara-cara seperti itu,” ujarnya.

Ia mengaku telah meminta para kepala desa (kades) untuk aktif mengingatkan warganya agar tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan, terlebih dalam kondisi cuaca ekstrem.

Selain potensi karhutla, Idham turut menyoroti dampak lingkungan lain yang ditimbulkan akibat aktivitas perusahaan, seperti banjir yang kerap terjadi di wilayah Senoni dan sekitarnya.

Ia menduga salah satu penyebabnya adalah pembukaan lahan yang tidak memperhatikan aspek lingkungan.

“Kalau hujan deras, wilayah itu sering banjir. Lahan warga tergenang, bahkan ada yang gagal panen. Ini perlu menjadi perhatian serius,” katanya.

Ia juga mendorong pemerintah desa untuk berani melaporkan perusahaan yang diduga berkontribusi terhadap permasalahan tersebut agar dapat ditindaklanjuti melalui DPRD.

“Silakan bersurat ke DPRD, nanti kita panggil perusahaannya untuk klarifikasi,” tuturnya.

Di sisi lain, Idham meminta instansi terkait, termasuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana akibat cuaca ekstrem, baik kebakaran maupun banjir.

Menurutnya, keterbatasan anggaran dan personel tidak boleh menjadi hambatan dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat.

“Yang penting adalah kesiapan di lapangan. Peralatan harus dipastikan berfungsi, seperti mesin pompa air (alkon), agar saat dibutuhkan bisa langsung digunakan,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kukar, Abdal, memastikan pihaknya telah melakukan berbagai persiapan untuk menghadapi potensi bencana, khususnya karhutla dan krisis air bersih.

“Secara internal kami sudah menyiapkan personel dan peralatan untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan,” ujarnya.

Ia menambahkan, ancaman pada musim kemarau tidak hanya kebakaran, tetapi juga berkurangnya pasokan air bersih di beberapa wilayah akibat menurunnya debit air.

“Biasanya saat kemarau panjang, ada daerah yang mengalami kesulitan air bersih karena sumber air menyusut,” ucapnya.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, BPBD Kukar juga telah menyiapkan armada mobil tangki air bersih yang siap didistribusikan ke wilayah terdampak.

“Mobil tangki sudah kami siapkan. Nanti akan disalurkan sesuai kebutuhan di lapangan,” tuturnya. (Dri)



Pasang Iklan
Top