• Sabtu, 04 April 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Sidak DPRD Kukar di Jalan Rantau Hempang.(Foto: Dok. Muhammad Idham)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Upaya perbaikan sejumlah ruas jalan rusak di Desa Rantau Hempang, Kecamatan Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mulai dikerjakan.

Hal ini disampaikan Anggota Komisi IV DPRD Kukar, Muhammad Idham, usai melakukan inspeksi lapangan bersama pihak perusahaan dan pemerintah desa pada Kamis (2/4/2026) lalu.

Menurut Idham, perbaikan jalan yang dilintasi aktivitas perusahaan, seperti PT Bayan, PT PMM, dan PT TJA merupakan tindak lanjut dari Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar beberapa waktu lalu.

“Setelah RDP, kami tidak menunggu lama. Kami langsung turun ke lapangan untuk memastikan kondisi sebenarnya, dan saat ini perbaikan sudah mulai berjalan,” katanya, Sabtu (4/4/2026).

Ia menjelaskan, ruas jalan yang diperbaiki merupakan jalur utama masyarakat, termasuk akses bagi pelajar, pekerja, serta distribusi hasil perkebunan.

Kerusakan jalan yang terjadi sejak awal tahun diperparah oleh tingginya curah hujan dan lalu lintas kendaraan bertonase besar.

“Ini jalan vital. Kalau rusak, semua aktivitas warga terganggu. Karena itu kami minta penanganannya tidak ditunda,” ujarnya.

Dalam perbaikan tahap awal, fokus diarahkan pada titik-titik yang mengalami kerusakan berat dengan metode pengerukan dan penimbunan material agar jalan kembali dapat dilalui dengan aman.

Idham juga menyoroti perlunya pengaturan lalu lintas kendaraan berat, terutama saat kondisi hujan.

Menurutnya, kendaraan bermuatan besar seperti angkutan sawit kerap mempercepat kerusakan jalan, jika tetap melintas saat kondisi tanah labil.

“Kami sudah sampaikan agar aktivitas angkutan berat dibatasi saat hujan. Ini penting agar perbaikan yang dilakukan tidak sia-sia,” tuturnya.

Selain ruas jalan Rantau Hempang–Selerong, DPRD Kukar juga meninjau jalan penghubung menuju Kecamatan Muara Kaman yang dinilai dalam kondisi lebih memprihatinkan.

Jalan ini dipenuhi lumpur dan genangan air, sehingga menyulitkan mobilitas warga.

“Di beberapa titik bahkan kendaraan roda dua pun kesulitan melintas. Ini harus segera menjadi perhatian serius pemerintah daerah,” ucapnya.

Ia menambahkan, DPRD akan terus mengawal agar pembangunan infrastruktur di wilayah pedalaman tidak tertinggal dibandingkan daerah lain.

Meskipun dihadapkan pada keterbatasan anggaran, pihaknya berharap ada alokasi rutin setiap tahun untuk perbaikan jalan.

“Kami realistis saja. Tidak harus langsung tuntas, tapi yang penting ada progres setiap tahun,” katanya.

Sementara itu Kepala Desa Rantau Hempang, Maman Sulaiman mengemukakan, jalan penghubung antardesa di wilayahnya telah lama menjadi harapan masyarakat untuk diperbaiki secara menyeluruh.

Ia menjelaskan, sebagian ruas jalan memang sudah pernah ditingkatkan, namun masih terdapat beberapa titik yang kondisinya rusak berat, terutama saat musim hujan.

“Kalau hujan, tetap bisa dilewati, tapi sangat sulit dan berisiko. Kami berharap ada penanganan lanjutan agar jalan ini benar-benar layak dilalui,” ujarnya.

Masyarakatpun berharap sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, dan pihak perusahaan dapat terus terjalin guna memastikan akses jalan yang aman dan nyaman bagi seluruh warga. (Dri)



Pasang Iklan
Top