
Sekretaris Daerah Kota Samarinda, Neneng Chamelia Shanti.(Foto: Abi/KutaiRaya)
SAMARINDA, (KutaiRaya.com) : Neneng Chamelia Shanti, resmi mengemban amanah sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Samarinda, setelah dilantik di Rumah Jabatan Wali Kota Samarinda. Dengan pengalaman panjang sebagai aparatur sipil negara sejak 2002, ia menegaskan komitmennya untuk memperkuat koordinasi antarorganisasi perangkat daerah (OPD), di tengah kondisi fiskal yang menantang.
Sekretaris Daerah Kota Samarinda, Neneng Chamelia Shanti menegaskan, penguatan koordinasi dan kolaborasi antar organisasi perangkat daerah (OPD), menjadi kunci utama dalam menjaga kinerja pemerintahan di tengah tekanan fiskal.
Ia menyebutkan bahwa, keterbatasan anggaran harus direspons dengan komunikasi yang solid, penyatuan arah kerja, serta pemanfaatan pengalaman birokrasi untuk mengidentifikasi persoalan di tiap instansi, sehingga program tetap berjalan optimal dan tepat sasaran.
Dalam keterangannya, Neneng mengakui jabatan barunya datang di saat yang tidak mudah. Ia menyampaikan kondisi keuangan daerah yang terbatas, menjadi tantangan utama yang harus dihadapi bersama.
“Kita hadapi bersama-sama keadaan yang secara fiskal kurang menguntungkan. Nanti seluruh OPD kita satukan, kita kolaborasikan supaya bisa tetap berjalan optimal,” ujarnya, Kamis (2/4/2026).
Ia juga menekankan, strategi utama yang akan diterapkan adalah penguatan komunikasi, dan kolaborasi lintas sektor. Menurutnya, kunci keberhasilan pemerintahan ke depan bukan hanya pada program, tetapi pada soliditas antar instansi.
“Saya punya metode komunikasi dan kolaborasi. Semua kita rangkul untuk menjadikan Samarinda lebih baik,” katanya.
Neneng juga membuka ruang partisipasi publik, termasuk peran media, dalam mendukung jalannya pemerintahan. Ia mengaku siap menerima masukan sebagai bagian dari upaya membangun tata kelola yang lebih responsif.
“Saya welcome. Semua kita rangkul, termasuk teman-teman media untuk memberikan informasi kepada kami,” ucapnya.
Perjalanan karier Neneng sendiri terbilang panjang dan beragam. Ia memulai sebagai bendahara, kemudian meniti karier di berbagai posisi strategis, mulai dari Kepala UPTD, Kepala Bidang (Kabid), hingga Sekretaris di sejumlah instansi teknis.
Pengalamannya di Inspektorat juga disebutkan menjadi nilai tambah, dalam memahami persoalan mendasar di lingkungan pemerintahan.
“Karena pernah di Inspektorat, saya jadi tahu permasalahan-permasalahan mendasar di OPD. Jadi di awal sudah bisa memotret di mana gap-nya,” jelasnya.
Ia juga menilai, pengalaman koordinasi dengan berbagai lembaga, termasuk aparat penegak hukum dan lembaga pengawas, akan membantu dalam menjalankan tugas barunya sebagai Sekda.
“Kami sering berinteraksi dengan kejaksaan, kepolisian, sampai BPK. Itu jadi bekal untuk menjalankan tugas ke depan,” tambahnya.
Dalam proses pemilihannya, Neneng menjelaskan bahwa mekanisme yang digunakan berbasis sistem merit, di mana kandidat dipilih berdasarkan kompetensi dan rekam jejak.
“Prosesnya melalui sistem merit. Dari pemetaan, kemudian wawancara dengan tim penguji, lalu masuk tiga besar, dan terakhir wawancara dengan Wali Kota,” ungkapnya.
Dengan penunjukan tersebut, Neneng kini memikul tanggung jawab besar dalam memastikan roda pemerintahan tetap berjalan efektif, di tengah keterbatasan anggaran.
“Ini amanah yang berat, tapi insyaallah dengan dukungan semua pihak kita bisa,” pungkasnya. (*Abi)