
Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalimantan Timur (Kaltim), Abdurrahman Amin.(Foto: Abi/KutaiRaya)
SAMARINDA, (KutaiRaya.com) : Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalimantan Timur (Kaltim), Abdurrahman Amin (kerap disapa Rahman), menyampaikan sejumlah agenda strategis organisasi, saat melakukan audiensi dengan Wali Kota Samarinda, Andi Harun, di kantor Balaikota Samarinda, Kamis (2/4/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Abdurrahman Amin menegaskan, PWI Kaltim tengah mendorong penguatan kualitas jurnalis melalui berbagai program, seperti Uji Kompetensi Wartawan (UKW) dan peningkatan kapasitas. Ia juga mengusulkan forum bersama kepala daerah, guna membahas komitmen terhadap keberlangsungan pers di daerah.
Rahman juga menjelaskan, bahwa pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana silaturahmi Idulfitri, sekaligus menjadi momentum untuk melaporkan berbagai kegiatan PWI, termasuk partisipasi dalam Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Banten.
“Selain silaturahmi Syawal, kami juga melaporkan kegiatan HPN kemarin. Kebetulan Wali Kota Samarinda menerima penghargaan sebagai tokoh kebudayaan yang diusulkan oleh PWI Kaltim,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, PWI Kaltim juga mengundang Wali Kota Samarinda, untuk menghadiri agenda Halal Bihalal wartawan se-Kalimantan Timur, yang dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat.
Tak hanya itu, Rahman memaparkan sejumlah program rutin PWI, seperti Uji Kompetensi Wartawan (UKW) dan kegiatan peningkatan kapasitas jurnalis di daerah.
“Kami rutin menggelar UKW dan kegiatan peningkatan kompetensi wartawan, termasuk upaya peningkatan kesejahteraan sebagai bagian dari tanggung jawab organisasi profesi,” jelasnya.
Salah satu agenda yang menjadi sorotan adalah, wacana PWI Kaltim untuk menginisiasi forum bersama kepala daerah guna membahas komitmen terhadap keberlangsungan dan kualitas pers.
Menurutnya, langkah tersebut penting mengingat tantangan dunia pers saat ini jauh berbeda dibandingkan satu dekade lalu.
“Kami ingin melihat kembali perspektif kepala daerah terhadap pers. Bagaimana komitmennya, karena situasi pers sekarang berbeda dengan 10–15 tahun lalu,” katanya.
Ia menegaskan, pers memiliki peran strategis sebagai pilar demokrasi sekaligus mitra pemerintah, dalam menyampaikan informasi yang akurat kepada masyarakat.
“Pers harus tetap hidup, stabil, dan berkualitas. Apalagi di tengah derasnya arus informasi, pers menjadi penyampai informasi yang tervalidasi,” tegasnya.
Di sisi lain, Rahman mengakui, kebijakan efisiensi anggaran turut berdampak terhadap berbagai program PWI, termasuk pelaksanaan UKW.
“Efisiensi anggaran sangat berdampak ke semua sektor, termasuk kegiatan kami. Tapi justru ini menjadi momen untuk melihat komitmen kepala daerah terhadap kehidupan pers,” ungkapnya.
Rahman juga menyinggung terkait kegiatan olahraga wartawan, PWI Kaltim melalui Pekan Olahraga Wartawan Daerah (Porwada) yang digelar setiap tahun. Pada 2026, Balikpapan ditetapkan sebagai tuan rumah, setelah sebelumnya Samarinda dan Bontang.
“Kegiatan ini menjadi ajang seleksi menuju Pekan Olahraga Wartawan Nasional 2027, di Lampung,” tambahnya.
Sementara itu, pelaksanaan UKW ke depan masih menunggu kepastian jadwal, meski PWI tetap membuka pendaftaran bagi wartawan yang ingin mengikuti sertifikasi.
“Kami tetap buka pendaftaran. Nanti kalau ada kesempatan pelaksanaan, peserta yang sudah mendaftar akan diprioritaskan,” pungkasnya. (*Abi)