
SPPG Damara.(Foto: Achmad Rizki/Kutairaya)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Pendistribusian Makanan Bergizi Gratis (MBG) di salah satu sekolah Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), tidak layak konsumsi.
Hal ini terlihat dari kondisi menu makanan yang didistribusikan pada Selasa (31/3/2026), tampak berlendir atau basi.
Sehingga menu makanan itu tak dibagikan kepada anak-anak.
Salah seorang murid yang enggan disebutkan namanya mengatakan, kemarin tak mendapatkan menu MBG karena makanannya basi.
"Biasanya MBG ini menunya ayam, nasi dan lainnya. Tapi kemarin kami tak mendapatkan MBG, karena kata guru, makanannya tak layak dimakan," katanya kepada Kutairaya, Rabu (1/4/2026).
Ia sangat menyayangkan satu hari tak mendapatkan MBG.
Karena kalau tak mendapatkan MBG, tak bisa menabung.
Sehingga uang jajan yang diberikan oleh orangtua, untuk jajan makanan di sekolah.
Sementara itu salah seorang guru di sekolah tersebut juga membenarkan atas peristiwa tersebut.
Mengetahui kondisi menu MBG tak layak konsumsi itu, guru tak membagikan menu itu kepada anak-anak.
"Kemarin kondisi menu MBG ayamnya berlendir. Kita sudah memberitahukan hal ini kepada koordinator pendistribusi MBG di sekolah, untuk dapat disampaikan kepada SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) bahwa menu yang diberikan tak layak," ucapnya.
Menanggapi hal itu, Koordinator wilayah SPPG Kukar yang juga Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Kukar, H. Sunggono menjelaskan, belum mengetahui atas peristiwa tersebut.
Pihaknya akan menelusuri terlebih dahulu kebenaran informasi yang tengah beredar tersebut.
Jika hal itu benar terjadi, maka SPPG itu akan diberikan sanksi ringan hingga berat, yakni pemberhentian sementara.
"Kalau itu benar terjadi, sanksi beratnya yang diberikan ialah pemberhentian sementara waktu," kata Sunggono.
Pihaknya terus melakukan pengawasan secara berjenjang terhadap pengelolaan SPPG, guna memastikan MBG yang didistribusikan layak untuk konsumsi.
Terpisah, Kepala SPPG Dapur Mangkuraja (Damara), Natasya saat ditemui di SPPG belum bisa memberikan penjelasan terkait peristiwa tersebut.
"Kami belum bisa memberikan keterangan terkait dengan hal tersebut," ucap Natasya. (Ary)