
Kasi Sapras, Bidang Pendidikan SMP Disdikbud Kukar Mujahidin.(Foto : Andri wahyudi/kutairaya)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) terus berupaya mencari solusi atas persoalan akses jalan menuju SMP Negeri 9 Tenggarong yang hingga kini belum memiliki jalur resmi.
Kasi Sarana dan Prasarana Bidang Pendidikan SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar, Mujahidin mengatakan, persoalan tersebut telah menjadi perhatian pemerintah daerah dan telah melalui berbagai tahapan koordinasi lintas instansi.
Sebelumnya Asisten II Setkab Kukar telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi sebagai langkah awal penanganan.
Setelah itu, proses tindak lanjut dilaksanakan oleh Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) dengan melakukan pemantauan serta kajian teknis.
“Progres terakhir sudah masuk tahap kaji ulang dan diajukan ke UKPBJ (Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa) sejak 11 Maret lalu,” ujarnya, Selasa (31/3/2026).
Ia menjelaskan, salah satu opsi yang tengah diupayakan adalah pemanfaatan jalan eksisting yang selama ini digunakan oleh murid sebagai akses keluar-masuk sekolah.
Namun, upaya ini masih menghadapi kendala terkait perizinan.
Pasalnya, lahan yang digunakan merupakan aset milik pemerintah provinsi yang sebelumnya tercatat sebagai aset kabupaten sebelum adanya perubahan kewenangan.
Pihak pengelola, termasuk SMA Negeri 2 Tenggarong, disebut masih mempertahankan status aset tersebut sehingga belum memberikan izin resmi.
“Koordinasi terus dilakukan, termasuk dengan BPKAD (Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah), agar jalan tersebut bisa dimanfaatkan tanpa mengubah status kepemilikan aset,” ujarnya.
Mujahidin menambahkan, saat ini para murid masih menggunakan jalur sementara yang berada di sekitar kawasan perumahan lama sebagai akses utama menuju sekolah.
Sementara itu Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMPN 9 Tenggarong, Desy Sari, berharap pemerintah segera memberikan solusi konkret.
Ia menuturkan kondisi jalan yang belum memadai kerap menjadi kendala, terutama saat cuaca buruk.
“Kalau hujan, jalan jadi licin dan sulit dilalui. Ini tentu berdampak pada kenyamanan dan keselamatan siswa,” katanya.
Ia berharap pembangunan akses jalan permanen dapat segera direalisasikan sehingga aktivitas belajar mengajar di SMPN 9 Tenggarong dapat berjalan lebih optimal. (Dri)