
Perbaikan Jalan Rantau Hempang dengan bebatuan
TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Pasca Idulfitri 2026, Pemerintah Desa Rantau Hempang, Kecamatan Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) bersama warga memperbaiki jalan rusak di wilayahnya.
Ada sekitar 14 kilometer (km) ruas jalan di Rantau Hempang yang kondisinya rusak parah.
Akses jalan tersebut menghubungkan sejumlah desa di antaranya, Desa Muara Kaman Ilir, Benua Puhun, Teratak, Lekaq Kidau, Sanggulan dan lainnya.
Kepala Desa Rantau Hempang, Maman Sulaeman mengatakan, upaya perbaikan jalan rusak itu hanya tambal sulam menggunakan bebatuan.
Namun perbaikan sementara ini tak bisa bertahan lama, karena dipengaruhi faktor kondisi alam dan lainnya.
"Kita melakukan perbaikan ini tak bisa bertahan lama. Karena jalan ini juga sering digunakan oleh perusahaan untuk mengangkut logistiknya," kata Maman, kepada KutaiRaya, Sabtu (28/3/2026).
Dalam hal ini, pihaknya telah berkomunikasi dengan perusahaan setempat, untuk dapat membantu penanganan jalan rusak di Rantau Hempang.
Adapun respons dari perusahaan saat itu akan membantu untuk penanganan jalan rusak tersebut, namun hingga saat ini mereka belum juga merealisasikannya.
"Kami sangat prihatin, jalan ini rusak parah dan sering digunakan oleh masyarakat," ucapnya.
Menurutnya, kondisi jalan rusak ini sangat membahayakan masyarakat.
Tak jarang masyarakat terjatuh dan pengendara mobil terjebak dalam jalan berlumpur.
Jika akses jalan ini mulus, ia meyakini dapat menumbuhkan perekonomian masyarakat, hingga memudahkan akses mobilisasi orang dan barang.
Dia berharap jalan ini mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah hingga dukungan penuh pihak perusahaan.
Menanggapi hal itu, Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga, Linda Juniarti menjelaskan, di 2026 ini belum ada alokasi anggaran untuk perbaikan jalan rusak di Rantau Hempang.
Perbaikan itu belum dilakukan karena keterbatasan anggaran pemerintah daerah.
"Banyak infrastruktur jalan di Kukar yang rusak ringan, sedang dan berat. Kita ingin memperbaiki, tapi tak memiliki anggaran lebih, sehingga melakukan pekerjaan menyesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah," kata Linda.
Ia menyampaikan di 2026 ini ada alokasi anggaran untuk pemeliharaan jalan sekitar Rp 3 milliar, namun difokuskan di Desa Selerong-Bloro dan beberapa ruas jalan di Tenggarong. (Ary)