
Kabid Bina Marga, Linda Juniarti.(Foto: Achmad Rizki/Kutairaya)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Pasca insiden kapal feri tenggelam belum lama ini, warga Desa Kayu Batu, Kecamatan Muara Muntai, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), meminta kepada pemerintah daerah untuk dibangunkan jembatan.
Pasalnya, keberadaan jembatan ini sangat penting sebagai akses penghubung antardesa, kecamatan hingga memudahkan akses mobilisasi barang dan masyarakat.
Salah seorang warga Desa Kayu Batu, Muhammad Rahman mengatakan, dengan peristiwa kapal feri tenggelam yang mengangkut kendaraan mobil dan motor membuat warga setempat waswas terhadap keselamatan jiwa mereka.
"Tenggelamnya kapal ini diduga kelebihan muatan. Ini yang membuat kami khawatir ketika menyeberang," kata Rahman kepada Kutairaya, Rabu (25/3/2026).
Menurutnya, jika pemerintah daerah bisa membangunkan jembatan, pastinya masyarakat tak perlu khawatir lagi dan memudahkan masyarakat, terlebih dalam membawa bahan-bahan pangan.
"Kami berharap, permintaan kami terhadap pembangunan jembatan bisa segera dilakukan," tuturnya.
Sementara itu Kepala Desa Kayu Batu, Andri Shofyandani mengemukakan, ada wacana dari Bupati Kukar terkait pembangunan jembatan, tapi di Desa Rembayu dan Kuyung.
"Jembatan itu sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Jika ada jembatan, pastinya memudahkan akses mobilisasi masyarakat," ujar Andri.
Menurutnya, posisi geografis di sini cocok untuk dibangun jembatan.
Adanya jembatan juga memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Menanggapi hal ini, Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kukar, Linda Juniarti menjelaskan, pembangunan jembatan itu memerlukan studi kelayakan, terlebih di Muara Muntai yang merupakan daerah perairan.
"Jika membangun jembatan yang minim daratan, itu sangat sulit dan bisa menghabiskan biaya besar," kata Linda.
Ia menegaskan untuk membangun jembatan tak serta merta bisa dilakukan, namun harus dilihat dari aspek ekonomi, sosial dan lainnya.
"Jangan sampai dengan bangun jembatan yang mahal, tak sebanding dengan masyarakat yang ada," ucapnya. (Ary)