
Jamaah yang mendengarkan khutbah di Masjid Jami Aji Amir Hasanuddin.(Foto: Achmad Nizar/Kutairaya)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com) : Hari yang suci dan penuh kebahagiaan akhirnya tiba. Momen yang telah dinantikan umat Muslim setelah sebulan penuh menjalankan ibadah Ramadhan kini hadir membawa kehangatan, kebersamaan, dan eratnya tali silaturahmi.
Sejak pagi hari, suasana sudah terasa berbeda. Masyarakat tampak berbondong-bondong keluar rumah dengan membawa sajadah, menuju masjid terdekat untuk melaksanakan Sholat Idul Fitri.
Pemandangan ini juga terlihat jelas di Masjid Jami Aji Amir Hasanudin di Samping Kedaton Kutai Kartanegara, yang dipadati oleh jamaah dari berbagai kalangan. Masjid tersebut menjadi tempat berkumpulnya warga sekitar untuk bersama-sama menunaikan Sholat Ied dengan khusyuk dan penuh kekhidmatan.
Pelaksanaan Sholat Idul Fitri di masjid ini dipimpin oleh , Ustadz Syailani, yang membimbing jalannya ibadah dengan tertib dan penuh ketenangan.
Setelah sholat, kegiatan dilanjutkan dengan khutbah yang disampaikan oleh Ustadz Hipli Margi.
Dalam khutbahnya, Ustadz Hipli Margi menyampaikan rasa syukur atas kelancaran pelaksanaan ibadah tahun ini. Ia mengungkapkan kondisi hari raya berlangsung tanpa hambatan, cuaca yang nyaman, serta jamaah yang dapat beribadah dengan aman dan khusyuk.
"Alhamdulillah, hari ini semua berjalan lancar, tidak ada hambatan. Cuaca juga mendukung sehingga jamaah bisa menjalankan ibadah dengan nyaman," ujarnya, Sabtu (21/3/2026).
Ia juga mengingatkan makna penting dari Ramadhan yang baru saja dilalui. Menurutnya, ibadah selama sebulan penuh bukan sekedar tentang banyaknya amalan, tetapi bagaimana ibadah tersebut mampu membentuk perubahan dalam diri.
"Yang terpenting bukan hanya banyaknya ibadah, tetapi apakah ada perubahan dalam sikap dan karakter kita. Apakah kita menjadi lebih sabar, lebih peduli, dan lebih menyayangi sesama," jelasnya.
Ia berharap, nilai-nilai yang telah dibangun selama Ramadan tetap terjaga setelah Idul Fitri. Kebiasaan baik seperti menjaga sholat berjamaah, membaca Al Quran, dan meningkatkan kepedulian sosial diharapkan tidak berhenti hanya di bulan suci.
"Harapannya, setelah Ramadhan kita tetap menjaga ibadah kita. Masjid tidak kita tinggalkan, Al Quran tetap kita baca, dan hubungan kita dengan sesama semakin baik," pungkasnya. (*Zar)