Kabid Bina Marga Dinas PU Kukar, Linda Juniarti (Achmad Rizki/Kutairaya)
TENGGARONG,(KutaiRaya.com): Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) mengalokasikan anggaran sekitar Rp 8 milliar, untuk lanjutan pembangunan Kembatan Sebulu di 2026 ini.
Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kukar, Linda Juniarti mengatakan, tahun 2026 tahapan yang dilakukan, yaitu dengan memasang span atau pillar abutmen yang menopang bentang tengah jembatan nantinya.
"Yang kita kerjakan dimulai dari pemasangan span dari arah desa Sebulu Modern menuju Tenggarong," kata Linda.
Ia menjelaskan, untuk mencapai bentang tengah memerlukan 3 span.
Pemasangan span dilakukan secara bertahap menyesuaikan kondisi keuangan daeeah.
"Pembangunan Jembatan Sebulu ini telah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2030," tuturnya.
Sedangkan lanjutan pembangunan itu dimulai setelah rampungnya proses administrasi.
Saat ini proses administrasi sudah di Bagian Layanan Pengadaan (BLP), untuk dilakukan pelelangan pekerjaan.
Sementara itu Camat Sebulu, Edy Fachruddin mengemukakan, keberadaan Jembatan Sebulu ini sangat diharapkan oleh masyarakat.
Karena jembatan ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat.
"Dengan adanya jembatan nantinya, aktivitas masyarakat semakin mudah, terlebih dalam mengangkut mobilisasi barang maupun orang," ujar Edy.
Dia berharap pembangunan jembatan ini bisa menjadi prioritas Pemkab Kukar.
Karena jembatan ini menghubungkan antarkecamatan hingga Kabupaten Kukar ke Kutai Timur.
Terpisah, pelaku usaha kuliner asal Sebulu, Iqhbal mengatakan, keberadaan Jembatan Sebulu nantinya memberikan manfaat kepada masyarakat setempat, terlebih terhadap pelaku usaha.
"Jika sudah ada jembatan, diyakini masyarakat akan mampir untuk menikmati kuliner di Sebulu, karena aksesnya sudah mudah," ujar Iqhbal kepada Kutairaya, Sabtu (14/3/2026).
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah, yang dinilai tepat membangunkan jembatan sebagai penghubung antarwilayah.
Hal ini juga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat. (ary)