
Sekretaris Dinas Perhubungan Kukar Yudi Apidiantara.(Foto: Andri Wahyudi/Kutairaya)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menyiapkan sejumlah langkah untuk mendukung kelancaran arus mudik dan aktivitas masyarakat selama momentum Lebaran 1447 Hijriah.
Sekretaris Dishub Kukar, Yudi Apidiantara mengatakan, pihaknya akan berperan sebagai pendukung dalam pengamanan dan pengaturan lalu lintas bersama kepolisian, khususnya melalui Operasi Ketupat yang digelar jelang Lebaran.
“Untuk angkutan Lebaran dan arus mudik, kami sifatnya lebih kepada supporting kepada teman-teman di Polres Kukar. Tadi juga sudah ada gelar pasukan terkait Operasi Ketupat,” ujar Yudi kepada KutaiRaya.com, Kamis (12/3/2026).
Ia menjelaskan, berdasarkan arahan dari Dishub Provinsi Kalimantan Timur, masa pengawasan angkutan Lebaran biasanya dimulai 7 hari sebelum Lebaran hingga 7 hari setelah Lebaran.
Kendati demikian, Kukar sendiri tidak ada layanan khusus angkutan Lebaran, seperti di kota besar.
Hal ini karena sebagian besar angkutan antarkota maupun terminal besar merupakan kewenangan pemerintah provinsi maupun pusat.
“Di Kukar sendiri sebenarnya tidak ada yang disebut angkutan Lebaran karena angkutan pedesaan atau antarkecamatan juga belum ada. Kalau terminal besar, seperti terminal tipe A atau B itu kewenangan provinsi dan pusat. Kita lebih banyak di terminal tipe C,” ujarnya.
Menurut Yudi, fokus Dishub Kukar lebih kepada pengaturan lalu lintas di dalam kota Tenggarong, terutama pada kegiatan yang berpotensi menimbulkan keramaian, seperti malam takbiran dan kegiatan masyarakat saat Lebaran.
“Biasanya, kita menurunkan sekitar 15 sampai 20 personel untuk membantu pengaturan lalu lintas di dalam kota, terutama saat malam takbiran dan kegiatan masyarakat lainnya,” katanya.
Selain itu, Dishub Kukar juga melakukan pemantauan terhadap aktivitas transportasi sungai, termasuk kapal yang singgah di Pelabuhan Aji Imbut.
Pemantauan dilakukan dengan mengecek manifes penumpang dan barang yang dibawa.
“Kalau di pelabuhan biasanya kita cek manifes kapal yang datang, berapa jumlah penumpang dan apa saja yang dibawa. Tapi secara umum, aktivitasnya masih normal seperti hari biasa,” ujarnya.
Yudi mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik agar selalu mengutamakan keselamatan berkendara.
Ia menekankan pentingnya kelengkapan dokumen kendaraan, penggunaan helm, serta memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan baik, sebelum melakukan perjalanan jauh.
“Imbauannya kepada masyarakat yang mudik, terutama yang menggunakan sepeda motor, tetap mengutamakan keselamatan. Gunakan helm, lengkapi surat-surat kendaraan, dan cek kondisi motor sebelum berangkat,” tuturnya.
Sementara itu salah seorang warga Tenggarong, Arman, berharap arus mudik jelang Lebaran tahun ini dapat berjalan dengan lancar tanpa kendala berarti.
“Harapannya arus mudik nanti bisa berjalan lancar dan masyarakat bisa merayakan Lebaran dengan aman,” ucapnya. (Dri)