Kondisi jalan Benua Puhun. (Foto: Pemdes Benua Puhun)
TENGGARONG,(KutaiRaya.com): Sekitar 15 kilometer (km) jalan Desa Benua Puhun, Kecamatan Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), mengalami kerusakan parah.
Adapun kondisi jalan tersebut saat ini berupa tanah bergelombang hingga berlubang.
Hal ini tentu sangat membahayakan bagi para pengguna jalan.
Kepala Desa Benua Puhun, Ardinansyah mengatakan, kondisi jalan di sini sangat memprihatinkan.
Sejauh ini belum ada sentuhan atau perhatian dari pemerintah daerah terkait perbaikan jalan di Benua Puhun.
"Jalan Benua Puhun ini menghubungkan sejumlah desa, baik Desa Teratak, Lekaq Kidau, Rantau Hempang dan lainnya," kata Ardinansyah kepada Kutairaya, Senin (9/3/2026).
Menurutnya, akses jalan ini sangat penting karena satu-satunya yang sering digunakan oleh masyarakat.
Ketika musim hujan tiba, jalan ini menjadi ancaman bagi masyarakat atau pengguna jalan.
Tak jarang, pengguna jalan tergelincir hingga terjatuh saat melintasi jalan tersebut.
Kondisi jalan yang kurang mantap ini sangat menyulitkan pengguna jalan.
Aktivitas masyarakat menjadi terhambat, terlebih dalam mengantar anak ke sekolah, menuju fasilitas kesehatan dan mengeluarkan hasil pertanian maupun perikanan.
"Tahun lalu (2025), jalan poros di Benua Puhun telah ditinjau oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kukar, namun hingga saat ini belum ada respons," ujarnya.
Melihat jalan tersebut makin parah, ia bersama warga melakukan perbaikan secara swadaya, dengan tujuan untuk meminimalisir risiko kecelakaan.
"Kami berharap, jalan ini bisa segera dilakukan perbaikan. Karena di desa ini telah banyak penduduknya, sehingga sering dilintasi oleh masyarakat," ucapnya
Menanggapi hal itu, Kepala Bidang Bina Marga Dinas PU Kukar, Linda Juniarti menjelaskan, untuk 2026 ini belum ada pekerjaan perbaikan jalan di Desa Benua Puhun.
Hal ini dikarenakan pemerintah daerah tak punya anggaran.
"Jika kami ada anggaran, pasti mau saja melakukan perbaikan jalan. Tapi saat ini anggaran kita terbatas, sehingga kita melakukan pembangunan sesuai dengan anggaran yang ada," kata Linda. (ary)