Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Kukar.(Foto : Andri wahyudi/kutairaya)
TENGGARONG,(KutaiRaya.com): Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Norjali, mengingatkan masyarakat agar lebih waspada dalam memilih biro perjalanan umrah.
Imbauan tersebut disampaikan menyusul adanya sejumlah laporan dugaan penipuan travel yang merugikan jamaah di wilayah Kukar.
Norjali mengemukakan, pihaknya menerima banyak pengaduan dari masyarakat yang merasa dirugikan oleh travel umrah yang tidak bertanggung jawab.
Bahkan, kasus tersebut telah beberapa kali dimintai keterangan oleh pihak kepolisian.
"Ada travel yang menipu jamaahnya. Mungkin di antara kita ada yang tertipu. Banyak yang datang ke kantor kami mengadukan nasibnya karena tertipu travel umrah," ujarnya, Sabtu (28/2/2026).
Ia menegaskan, masyarakat yang berencana menunaikan ibadah haji maupun umrah sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu ke Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kukar sebelum melakukan pendaftaran dan pembayaran.
Menurutnya, saat ini hanya ada dua travel yang berizin resmi di Kukar.
Sedangkan yang lainnya merupakan agen dari luar daerah.
Kondisi ini menyulitkan pengawasan jika terjadi permasalahan di kemudian hari.
"Silakan datang ke kantor kami sebelum berangkat. Konsultasikan apakah travel tersebut benar-benar legal dan memiliki integritas dalam memberangkatkan jamaahnya. Supaya bisa kami pantau keberangkatannya," tuturnya.
Norjali menambahkan, momentum akhir Ramadan yang identik dengan meningkatnya minat masyarakat untuk beribadah umrah kerap dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab.
Sehingga ia meminta masyarakat tidak mudah tergiur dengan tawaran harga murah atau janji keberangkatan cepat tanpa memastikan legalitasnya.
Sementara itu salah seorang warga Tenggarong, Abdullah, mengaku prihatin dengan maraknya kasus penipuan travel umrah.
Ia berharap masyarakat lebih berhati-hati dan tidak segan meminta informasi resmi kepada pihak berwenang sebelum mendaftar.
"Kami sebagai masyarakat tentu ingin ibadah berjalan lancar dan khusyuk. Jangan sampai niat baik malah berujung kerugian. Lebih baik memastikan dulu ke kantor Kemenag agar aman," ujarnya. (dri)