• Minggu, 01 Maret 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Daun Bawang (medsos pinterest)

TENGGARONG,(KutaiRaya.com): Pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), mengeluhkan sejumlah komoditas pangan yang mengalami kenaikan harga.

Hal ini diduga akibat tingginya permintaan konsumen terhadap suatu komoditas tertentu.

Salah seorang pelaku UMKM, Sudirman mengatakan, komoditas yang mengalami kenaikan harga, di antaranya daun bawang Rp 50 ribu/kg, sedangkan harga daun bawang sebelumnya hanya di kisaran Rp 35-40 ribu/kg.

Kemudian, harga bawang bombai mencapai Rp 30 ribu/kg, sebelumnya hanya Rp 20 ribu/kg, lalu bawang putih Rp 36 ribu/kg dari sebelumnya Rp 33 ribu/kg.

"Kenaikan komoditas ini membuat pedagang menjerit. Pasalnya, harga jual cemilan martabak ini tetap seperti biasanya, dimulai dari Rp 10-25 ribu," kata Sudirman kepada Kutairaya, Sabtu (28/2/2026).

Menurutnya, kenaikan harga komoditas ini membuat pengeluaran pedagang membengkak dan menipisnya keuntungan yang diperoleh.

"Yang biasanya belanja Rp 500 ribu, bisa mencapai Rp 800 ribu," ujarnya.

Hal senada juga disampaikan pelaku usaha kuliner, Takrip.

Ia menyebutkan, selama Ramadan atau jelang Hari Raya Idulfitri sudah sering terjadi kenaikan harga bahan-bahan pokok penting.

"Salah satu komoditas pangan yang mengalami kenaikan yang signifikan adalah cabai mencapai Rp 90 ribu/kg," kata Takrip.

Ia mengaku, harga cabai saat hari biasa hanya Rp 40 ribu/kg.

Kenaikan sejumlah komoditas itu dapat mengurangi keuntungan para pedagang.

Menanggapi hal itu, Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kukar, Sayid Fathullah menjelaskan, kenaikan kebutuhan bahan-bahan pangan pada Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) memang sering terjadi.

Hal ini disebabkan karena permintaan pasar sangat tinggi.

"Atas kenaikan itu, maka kami menggelar Operasi Pasar Murah atau Gerakan Pangan Murah," ujar Sayid.

Kegiatan ini bertujuan untuk menekan harga bahan-bahan pokok yang melonjak tinggi dan memudahkan masyarakat dalam memperoleh bahan pokok dengan harga murah.

"Kami berharap masyarakat bisa memaklumi momen seperti ini dan masyarakat juga jangan panik terhadap ketersediaan bahan pokok penting, sehingga tak terjadi kenaikan harga," ucapnya. (ary)



Pasang Iklan
Top