
Kawasan Jalan Maduningrat dipadati pedagang.(Foto: Achmad Rizki/Kutairaya)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Pedagang Pasar Gerbang Raja Mangkurawang, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), mengeluhkan sepi pengunjung.
Hal itu diduga disebabkan oleh berpencarnya para pedagang, yang tak ingin berkumpul di satu tempat.
Salah seorang pedagang sayur, Sri Wahyuni mengatakan, tingkat penjualan di Pasar Mangkurawang sangat menyedihkan.
Pasalnya, ia hanya mampu mengantongi Rp 300-500 ribu dalam sehari
"Pendapatan yang diperoleh ini juga sebagian besar karena adanya pelanggan tetap. Sehingga kalau kita mengharapkan penjualan eceran sangat sulit," kata Sri kepada Kutairaya, Rabu (25/2/2026).
Menurutnya, penjualan ini tak maksimal karena masih tersebarnya para pedagang, yang tak ingin berkumpul di satu tempat.
Sehingga daya beli juga tersebar di beberapa titik.
"Kami berharap, pemerintah daerah bisa menindak tegas dengan menyatukan pedagang basah di Pasar Mangkurawang, sehingga berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi, khususnya bagi pedagang," ucapnya.
Menanggapi hal itu, Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kukar, Sayid Fathullah menjelaskan, penertiban pedagang di pinggir jalan bukan kewenangan Disperindag, tapi itu kewenangan Satpol PP Kukar.
"Dari kami siap menampung para pedagang di pinggir jalan itu, baik ikan, ayam dan sayur ke Pasar Mangkurawang," ujarnya.
Ia menyebutkan, Pasar Mangkurawang 2 masih mampu menampung para pedagang di luar pasar.
"Tanggung jawab kami hanya mengelola pasar yang dikelola pemerintah daerah. Kalau di luar pasar, kami tak bisa menindak," ujarnya.
Sedangkan para pedagang di pinggir jalan itu tak mau berjualan di Pasar Mangkurawang karena posisinya jauh, sepi pengunjung dan lainnya.
Jika seluruh pedagang dikumpulkan satu tempat di Pasar Mangkurawang, dia meyakini pasar tersebut akan ramai dikunjungi. (Ary)