Sekretaris Dinas Transmigrasi dan Ketenagakerjaan (Distransnaker) Kutai Kartanegara (Kukar), Dendy Irwan Fahriza.(Foto : Andri wahyudi/kutairaya)
TENGGARONG,(KutaiRaya.com): Dinas Transmigrasi dan Ketenagakerjaan (Distransnaker) Kutai Kartanegara (Kukar) terus berinovasi dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, khususnya para pencari kerja (pencaker).
Salah satu langkah strategis yang tengah disiapkan adalah penerapan sistem layanan berbasis digital melalui aplikasi Kukar Siap Kerja.
Sekretaris Distransnaker Kukar, Dendy Irwan Fahriza menjelaskan, konsep tersebut telah dipaparkan kepada Bupati Kukar dalam pertemuan pada Jumat lalu.
Aplikasi ini dirancang sebagai sistem terintegrasi yang mempertemukan pemberi kerja dan pencari kerja dalam satu platform.
Melalui aplikasi tersebut, perusahaan dapat langsung menginput kebutuhan lowongan kerja sesuai kualifikasi yang dibutuhkan.
Kemudian sistem secara otomatis mencocokkan dengan data tenaga kerja lokal yang telah terdaftar, termasuk mereka yang memiliki sertifikasi hasil pelatihan dari Distransnaker.
Notifikasi lowongan akan dikirimkan secara langsung melalui email maupun WhatsApp kepada pencari kerja yang akunnya telah terdaftar dalam sistem.
Dengan pola ini, proses rekrutmen menjadi lebih cepat, transparan, dan efisien.
"Dengan sistem ini kita memangkas tatap muka dan birokrasi. Semua berjalan by system," ujar Dendy, Selasa (24/2/2026).
Ia menambahkan, konsep ini juga melahirkan semangat "job fair everyday", di mana akses terhadap informasi lowongan kerja tersedia setiap hari tanpa harus menunggu pelaksanaan job fair tahunan.
Sementara itu Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, menegaskan seluruh program Distransnaker harus berjalan berdasarkan data yang valid agar tepat sasaran.
Ia berharap sistem yang dibangun mampu mengakomodasi seluruh pencari kerja di Kukar secara menyeluruh.
Ke depan, para pencari kerja akan diarahkan untuk mendaftarkan diri dalam aplikasi Kukar Siap Kerja agar terdata secara resmi dan memiliki peluang lebih besar untuk terhubung dengan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja.
"Dengan integrasi data yang kuat, pemerintah daerah optimistis penyerapan tenaga kerja lokal dapat meningkat secara signifikan," ucapnya. (dri)