• Kamis, 18 Juni 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Ketua DPRD Kukar Ahmad Yani.(Foto: Andri Wahyudi/Kutairaya)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Keberadaan Forum Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TJSP) di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan daerah.

Namun, implementasi programnya masih perlu pembenahan agar manfaatnya benar-benar dapat dirasakan masyarakat luas.

Ketua DPRD Kukar, Ahmad Yani mengemukakan, secara konsep keberadaan forum TJSP sudah baik, hanya pelaksanaan program di lapangan dinilai belum sepenuhnya menyentuh kebutuhan riil masyarakat.

“Forum TJSP itu bagus, tetapi implementasi programnya belum terlalu menyentuh masyarakat banyak. Seolah-olah masih berkutat di kalangan elit desa atau kecamatan. Ketika kita tanya masyarakat, belum semua merasakan,” ujarnya, Kamis (19/2/2026).

Menurutnya, ke depan TJSP harus mampu mengawal dan mengkolaborasikan program perusahaan dengan program strategis pemerintah daerah.

Ia mendorong agar dana pihak ketiga melalui skema Corporate Social Responsibility (CSR/TJSP) benar-benar diarahkan untuk mendukung infrastruktur, pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Kita tahu APBD dan PAD (Pendapatan Asli Daerah) kita terbatas. Peran pihak ketiga sangat dibutuhkan. Karena itu, TJSP harus mengambil peran dalam menyejahterakan rakyat,” tuturnya.

Yani juga menyoroti potensi besar dunia usaha di Kukar yang jumlahnya disebut mencapai puluhan ribu perusahaan lintas sektor.

Jika CSR dijalankan optimal dan terintegrasi dengan hasil Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) kabupaten, ia meyakini dampaknya akan lebih terasa.

“Programnya jangan hanya fokus di desa atau kecamatan tertentu, tapi pilih program prioritas hasil Musrenbang kabupaten. Supaya lebih jelas dan benar-benar bermanfaat,” tambahnya.

Sementara itu Ketua Forum TJSP Kukar, Agung Hasanuddin menjelaskan, forum yang dipimpinnya berfungsi sebagai fasilitator kolaborasi antara program pemerintah dan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

Menurutnya, selama ini pemerintah dan perusahaan berjalan sendiri-sendiri.

Melalui forum TJSP, kedua pihak didorong untuk menyelaraskan program agar intervensi ke masyarakat lebih maksimal.

“Kita ingin mengkolaborasikan program pemerintah dengan program CSR perusahaan. Misalnya, di bidang pendidikan dan kesehatan. Kalau pemerintah punya anggaran terbatas, bisa kita kolaborasikan dengan perusahaan,” ujarnya.

Ia mencontohkan, dalam program kesehatan, terdapat ribuan warga tidak mampu yang belum tertangani BPJS.

Ketika anggaran pemerintah tidak mencukupi, perusahaan-perusahaan melalui TJSP ikut membantu menutupi kekurangannya dengan bekerja sama langsung dengan BPJS Kesehatan.

Agung menegaskan, forum TJSP tidak mengelola dana CSR.

Setiap perusahaan tetap menyalurkan programnya secara langsung kepada pihak ketiga, seperti sekolah, BPJS atau kontraktor, sesuai kesepakatan kerja sama.

Pemerintah daerah hanya berperan sebagai penyedia data dan pengawas agar program tepat sasaran.

“Forum ini tidak boleh dan tidak mengelola dana. Kami hanya memfasilitasi dan mengoordinasikan. Kontrak langsung antara perusahaan dengan pihak pelaksana, supaya transparan dan menghindari penyelewengan,” tuturnya.

Dari sisi realisasi, Agung menyebut sejumlah program fisik telah dilaksanakan, seperti dukungan penataan kawasan publik di Tenggarong, termasuk area museum dan taman kota melalui kolaborasi beberapa perusahaan.

Selain itu, ada program nonfisik, seperti beasiswa bagi pelajar berprestasi dari keluarga kurang mampu hingga jenjang SMA, bahkan ada yang melanjutkan pendidikan ke luar daerah.

Di sektor kesehatan, kolaborasi juga dilakukan untuk membantu kepesertaan BPJS bagi warga tidak mampu.

Kendati demikian, ia mengakui kontribusi tersebut belum sepenuhnya dirasakan seluruh masyarakat Kukar.

Ke depan, pihaknya berkomitmen mendukung program prioritas pemerintah, termasuk pengentasan kemiskinan melalui sinergi dalam Rumah Besar Pengentasan Kemiskinan (RBPK).

“Kita ingin keberadaan dunia usaha di Kukar benar-benar memberi kontribusi terbaik bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. Memang belum semua terasa, tapi kami terus berupaya meningkatkan kolaborasi,” ucapnya. (Dri)



Pasang Iklan
Top