Salah Satu Jalan Amblas di Depan Disdamkarmatan Kukar (Foto Andri wahyudi/kutairaya.com)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kutai Kartanegara (Kukar) memastikan perbaikan sejumlah titik jalan amblas di Kota Tenggarong akan menjadi prioritas pada tahun ini.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas PU Kukar, Linda Juniarti menjelaskan, beberapa titik yang menjadi perhatian, di antaranya berada di depan Kantor Bapenda, sekitar perempatan lampu merah Pos Kumala, serta di depan Indomaret.
"Untuk yang di depan Bapenda dan di sekitar perempatan Pulau Kumala itu sudah kami prioritaskan. Jumat lalu sudah ada paparan desain dari PPTK (Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan) kepada saya, dan saya minta segera dihitung kebutuhan anggarannya," ujarnya kepada KutaiRaya.com, Kamis (19/2/2026).
Ia mengakui, keterbatasan anggaran membuat pihaknya harus memprioritaskan titik-titik yang dinilai paling membahayakan pengguna jalan, khususnya pengendara roda dua.
Kondisi beton yang pecah dan menurun dinilai cukup berisiko menyebabkan kecelakaan.
"Kalau roda 4 mungkin masih bisa lewat, tapi untuk roda dua itu berbahaya karena permukaannya cukup tinggi dan bisa membuat selip," tuturnya.
Untuk penanganan titik-titik seperti di depan Bapenda, dekat penyeberangan Pulau Kumala, dan sekitar lampu merah, Dinas PU mengalokasikan anggaran pemeliharaan rutin jalan sekitar Rp 300 juta hingga Rp 400 juta.
Perbaikan dilakukan dengan pembongkaran beton pada segmen yang rusak dan pengecoran ulang, bukan sekadar tambal sulam.
"Karena ini jalan beton, jadi harus dibongkar per segmen. Bisa 5 sampai 10 meter tergantung tingkat kerusakannya,"katanya.
Untuk titik amblas yang berada di depan gerai Indomaret, penanganannya membutuhkan perencanaan lebih matang dengan anggaran sekitar Rp 3 miliar.
Lokasi tersebut memerlukan kajian teknis, termasuk koordinasi dengan bidang Sumber Daya Air untuk memastikan sistem drainase dan aliran pembuangan ke sungai berfungsi dengan baik.
"Untuk yang di depan Indomaret itu harus melalui proses perencanaan dulu. Setelah perencanaan selesai dan masuk proses PBJ (Pengadaan Barang Jasa), baru kita lakukan kontrak dan lelang fisiknya," tuturnya.
Linda menargetkan perbaikan pada titik-titik prioritas dapat diselesaikan sebelum Agustus, dengan catatan proses administrasi berjalan lancar.
Terkait pengamanan lokasi jalan amblas, ia mengatakan, pemasangan rambu dan barier menjadi kewenangan instansi Dinas Perhubungan.
Kendati demikian, beberapa titik seperti di depan Indomaret dan sekitar Pulau Kumala sudah dipasangi tanda peringatan guna mengurangi risiko kecelakaan.
Sementara itu salah seorang warga Tenggarong, Agus mengeluhkan kondisi jalan yang amblas di beberapa titik, seperti di depan Bapenda, sekitar lampu merah Pos Kumala, serta dekat jembatan Repo-repo.
"Kami berharap dinas terkait segera memperbaiki karena ini sangat membahayakan, terutama bagi pengendara motor. Jangan sampai ada korban jiwa," ujarnya.
Pemerintah daerahpun diharapkan dapat segera merealisasikan perbaikan jalan amblas agar keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan di Tenggarong tetap terjaga. (dri)