
Atlet Gulat saat melakukan latihan rutin.(Foto: Achmad Nizar/Kutairaya)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com) : Rencana pemusatan latihan atau training center (TC) kontingen Kabupaten Kutai Kartanegara untuk menghadapi ajang Pekan Olahraga Provinsi Kalimantan Timur (Porprov) hingga kini masih menghadapi kendala anggaran.
TC dinilai sangat penting untuk memaksimalkan persiapan atlet dari berbagai cabang olahraga (cabor) di Kukar.
Sebelumnya, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kukar telah menggelar rapat koordinasi. Dari pertemuan itu disepakati bahwa akan ada pemusatan latihan sebagai bagian dari persiapan menuju Porprov. Namun, persoalan anggaran menjadi tantangan bersama.
Sekretaris KONI Kukar, Yani Handayani mengatakan, rencana TC bukanlah permintaan sepihak dari KONI kepada Dispora, melainkan hasil kesepakatan bersama.
"Memang benar mengenai TC. Tapi itu bukan permintaan KONI kepada Dispora. Itu hasil rapat koordinasi antara Dispora dan KONI. Dari hasil rapat tersebut, untuk anggarannya memang belum dibahas lebih lanjut," ujar Yani pada Kutairaya.com, Jumat (13/2/2026).
Ia mengaku, kondisi anggaran saat ini memang belum ideal. Meski tidak sepenuhnya kosong, jumlahnya sangat terbatas.
"Kalau dibilang kosong sih tidak, tapi memang anggarannya minim sekali. Untuk itu kita bersama Dispora sedang mencari solusi," katanya.
Salah satu upayanya dengan mencari bapak angkat atau kerja sama kepada perusahaan besar di Kukar. KONI berharap, perusahaan-perusahaan tersebut dapat menjadi bapak angkat bagi atlet atau setidaknya memberikan dukungan pendanaan.
"Kita sudah mengajukan kerja sama ke beberapa perusahaan besar, entah itu disebut bapak angkat atau apa pun namanya. Tapi sampai sekarang memang belum ada respons atau balasan dari mereka. Mudah-mudahan ke depan mereka mau melihat kondisi dan ikut mendukung," tambahnya.
Sementara itu, Sekretaris salah satu Cabor di Kukar yakni Gulat, M. Juliharto mengatakan, pihaknya menyambut baik jika TC benar-benar ada. Namun untuk saat ini, mereka masih menunggu keputusan dari Dispora.
"Kalau dari pihak cabor, ya kami menyikapinya dengan bagus kalau memang ada TC. Cuma untuk titik terangnya kita menunggu kepastian dari Dispora, karena itu kebijakan," ucapnya.
Menurutnya, ada atau tidaknya TC, para atlet tetap berlatih. Namun jika ada TC, nantinya akan memberikan dampak yang sangat besar terhadap kualitas atlet.
"Kalau ada TC itu sangat-sangat berdampak. Karena dengan TC semuanya lebih terjamin. Makanannya, gizinya, pola latihannya juga lebih teratur," debutnya.
Ia menambahkan, tanpa TC pengurus dan pelatih tidak bisa sepenuhnya mengontrol disiplinnya atlet. Berbeda jika latihan dipusatkan di satu tempat.
"Kalau TC kan satu tempat. Jadi pelatih dan pengurus lebih mudah mengontrol. Program latihan bisa lebih maksimal," katanya.
Pihaknya juga menyoroti durasi TC yang menurutnya harus realistis dan efektif. Ia berharap jika TC ada, waktunya tidak terlalu singkat seperti tahun-tahun sebelumnya.
"Jangan seperti tahun lalu, TC cuma 20 hari. Dari mana bisa maksimal kalau cuma 20 hari" tegasnya.
Menurutnya, idealnya pemusatan latihan dilakukan jauh sebelum pelaksanaan Porprov.
"Kalau kami, lebih lama lebih bagus. Paling tidak enam bulan sebelumnya, atau setahun sebelumnya. Minimalnya tiga bulan sebelum pelaksanaan," ungkapnya.
Namun ia juga memahami kondisi keuangan daerah saat ini.
"Kita sama-sama tahu lah kondisi anggaran sekarang. Tapi harapannya, untuk cabor gulat khususnya, TC ini harus terealisasi. Kalau memang tidak disatukan, setidaknya uang pembinaan tetap berjalan," tuturnya.
Disisi lain, Sekretaris Dispora Kukar Derry Wardhana, membenarkan adanya rapat koordinasi tersebut. Ia menyebutkan, dari hasil rapat memang ada rencana atau saran untuk mengadakan TC.
"Dari hasil rapat kemarin ada rencana atau saran untuk mengadakan TC sentralisasi Porprov apabila anggaran mendukung untuk kegiatan tersebut," sebutnya.
Namun, ia menerangkan, hingga saat ini kegiatan TC belum masuk dalam penganggaran APBD.
"Pada saat ini belum teranggarkan dalam APBD. Dari hasil rapat kemarin akan diusahakan Dispora dan KONI Kukar mencarikan solusi untuk pelaksanaan TC tersebut,"tambahnya
Ia juga menyampaikan bahwa untuk pelaksanaan TC, pihaknya belum bisa memastikan karena keterbatasan anggaran.
"Kalau untuk TC, kami belum bisa menjawab karena anggarannya belum ada. Jadi memang belum ada kejelasan," tutupnya. (*Zar)