
Lahan pertanian terendam lumpur.(Dok. Petani Didin)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Petani di Desa Rapak Lambur, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mengeluhkan lahan pertanian mereka terendam lumpur.
Hal ini disebabkan selain intensitas curah hujan yang tinggi, juga terdapat galian tambang yang tak jauh dari lokasi pertanian.
Salah seorang petani, Didin Windi Astuti mengatakan, tak biasanya lahan pertanian ini berlumpur meskipun turun hujan.
Hal ini mengakibat kerugian pada sektor pertanian.
"Lahan pertanian ini ditanami berbagai jenis komoditas, baik itu cabai, bawang merah, tomat dan lainnya. Tapi untuk komoditas bawang merah ini potensi gagal panen, karena sebagian tanaman sudah membusuk," kata Didin kepada Kutairaya, Selasa (10/2/2026).
Ia mengaku akibat kejadian ini kerugian tanaman diperkirakan capai Rp 10 juta.
Kejadian ini telah disampaikan langsung ke pemerintah daerah, agar dapat ditindaklanjuti.
"Informasi dari pemerintah daerah akan dicek terlebih dahulu terkait peristiwa itu. Lahan yang terendam banjir sekitar satu hektare dan sekitar 4 hari yang lalu," tuturnya.
Dia berharap peristiwa ini mendapatkan ganti rugi dari yang bersangkutan.
Karena hasil pertanian itu sangat diharapkan untuk memenuhi kebutuhan setiap harinya.
Menanggapi hal itu, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kukar, Taufik menjelaskan, terkait adanya dugaan pencemaran di Desa Rapak Lambur pada lahan pertanian, maka itu perlu dicek terlebih dahulu ke lokasi tersebut.
"Itu harus dicek terlebih dahulu, untuk memastikan apakah pencemaran itu dipengaruhi oleh aktivitas pertambangan atau tidak, hingga izin pertambangan," kata Taufik.
Jika benar pencemaran lingkungan itu disebabkan oleh aktivitas pertambangan, maka pemerintah daerah akan memberikan sanksi kepada pengelola pertambangan itu.
"Kami tak bisa menindak sebelum adanya kejelasan dengan meninjau ke lokasi secara langsung," ucapnya. (Ary)