
Pelantikan FKDM Kukar Periode 2025-2028.(Foto : Andri wahyudi/kutairaya)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus memperkuat perannya dalam menjaga stabilitas sosial melalui upaya deteksi dan pencegahan potensi konflik di tengah masyarakat.
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, menegaskan FKDM memiliki posisi strategis sebagai mitra pemerintah daerah dalam melakukan mitigasi terhadap berbagai dinamika sosial yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.
“FKDM diharapkan mampu melakukan pencegahan sejak dini dengan mengidentifikasi potensi-potensi konflik sosial maupun kerusuhan yang bisa terjadi di masyarakat,” ujar Aulia usai kegiatan pelantikan FKDM di Tenggarong, Selasa (10/2/2026).
Menurutnya, informasi yang cepat dan akurat dari FKDM menjadi kunci bagi pemerintah daerah dalam mengambil langkah antisipatif sebelum permasalahan sosial berkembang lebih luas.
Sementara itu Ketua FKDM Kukar, Roji’in mengemukakan, pihaknya telah melakukan pemetaan terhadap sejumlah potensi konflik di wilayah Kukar sejak tahun lalu.
Hasil pemetaan tersebut akan ditindaklanjuti melalui pengembangan sistem pelaporan berbasis digital.
“Kami menyiapkan sistem pelaporan bernama SICEKAL, Sistem Informasi Cegah Klarifikasi Lapor. Melalui sistem ini, anggota FKDM di setiap kecamatan akan melaporkan kondisi wilayahnya secara rutin,” ujar Roji’in.
Ia menjelaskan, di setiap kecamatan terdapat 5 anggota FKDM yang bertugas menghimpun informasi dari desa-desa.
Laporan tersebut akan terintegrasi dalam satu sistem dan dapat diakses langsung oleh Bupati Kukar setiap hari.
“Dengan sistem ini, kondisi di desa maupun kecamatan bisa diketahui secara harian, sehingga potensi gangguan keamanan dan ketertiban dapat segera ditindaklanjuti,” tambahnya.
Meskipun dihadapkan pada keterbatasan anggaran, FKDM Kukar tetap berkomitmen menjalankan tugas dan fungsinya secara maksimal.
Saat ini FKDM juga aktif melakukan koordinasi dan silaturahmi dengan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) guna memperkuat sinergi dalam menjaga kondusivitas daerah.
“Harapan kami, seluruh FKDM bisa bekerja lebih optimal dan memberikan dampak nyata dalam menjaga stabilitas sosial di Kabupaten Kukar,” ucap Roji’in. (Dri)