
Mako Damkarmatan Kukar.(Foto: Andri Wahyudi/Kutairaya)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmatan) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mencatat tingginya aktivitas penanganan kebakaran maupun nonkebakaran sejak awal tahun 2026.
Kepala Disdamkarmatan Kukar, Fida Hurasani mengatakan, penanganan kejadian sudah berlangsung sejak malam pergantian tahun.
Menurutnya, hampir tiap hari, baik siang maupun malam, petugas selalu menerima laporan dan melakukan penanganan di lapangan.
“Sejak awal tahun sudah ada penanganan, bahkan mulai malam tahun baru. Siang dan malam selalu ada laporan yang masuk,” ujar Afe’, sapaan akrab Fida Hurasani, Selasa (10/2/2026).
Ia mengemukakan, salah satu wilayah yang menjadi perhatian, yakni Kecamatan Sangasanga, yang dalam beberapa waktu terakhir mengalami kejadian kebakaran cukup sering.
Kendati demikian, Afe’ menilai kinerja petugas di lapangan sudah sangat baik.
“Penanganan di Sangasanga, kualitasnya di atas rata-rata dan itu juga diakui oleh Pak Sekda. Walaupun begitu, kami tetap melakukan evaluasi dan koordinasi secara rutin,” tuturnya.
Sebagai bentuk penguatan, Disdamkarmatan Kukar mendorong penambahan sarana pendukung berupa mobil tangki air (water supply) di wilayah tersebut.
Usulan ini telah disampaikan dan mendapat dukungan dari Sekretaris Daerah Kukar.
Selain kebakaran, Afe’ menyebutkan laporan nonkebakaran justru lebih banyak diterima.
Penanganan tersebut meliputi evakuasi hewan, pengambilan kunci atau telepon genggam yang jatuh ke sungai, pohon tumbang, kecelakaan lalu lintas, hingga bantuan evakuasi warga sakit menggunakan ambulans.
“Nonkebakaran itu jumlahnya lebih banyak. Apapun laporan masyarakat, selama bisa kami tangani, pasti kami layani. Semua itu tercatat dalam sistem,” katanya.
Ia menegaskan Disdamkarmatan Kukar mengedepankan respons cepat demi keselamatan masyarakat.
Meskipun prosedur administrasi tetap penting, namun dalam kondisi darurat pihaknya memilih melakukan penanganan terlebih dahulu.
“Kalau menyangkut keselamatan jiwa, kita tidak bisa menunggu lama. Data bisa menyusul. Respons cepat itu jauh lebih bermanfaat bagi masyarakat,” ucapnya.
Afe’ juga menepis anggapan bahwa petugas pemadam hanya bekerja saat terjadi kebakaran.
Menurutnya, meskipun tidak ada laporan, petugas tetap menjalankan berbagai kegiatan, seperti latihan fisik, pelatihan pencegahan, dan peningkatan kapasitas.
“Tidak ada istilah gaji buta. Kami terus berlatih dan siaga, karena tugas kami adalah memastikan negara hadir saat masyarakat membutuhkan,” ujarnya.
Sementara itu Ayu, salah seorang warga Tenggarong, mengapresiasi pelayanan Disdamkarmatan Kukar yang dinilai cepat dan responsif.
Ia menilai layanan pemadam kebakaran kini tidak hanya sebatas menangani kebakaran, tetapi juga aktif membantu kegiatan sosial masyarakat.
“Sekarang pelayanannya cepat dan sangat membantu. Masyarakat jadi makin percaya karena benar-benar hadir saat dibutuhkan,” katanya. (Dri)