
Antrian BBM di SPBU Kelurahan Timbau.(Foto: Achmad Rizki/Kutairaya)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Sejumlah pengendara mobil dan motor resah atas panjangnya antrean Bahan Bakar Minyak (BBM), di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Kelurahan Timbau, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), yang menimbulkan kemacetan, bahkan rawan kecelakaan lalu lintas.
Salah seorang pengendara motor asal Tenggarong, Muhammad Nordi mengatakan, belakangan ini terpantau antrean panjang mobil besar, yang akan mengisi BBM jenis solar.
Antrean ini menimbulkan ketidaknyamanan pengendara lainnya.
Pasalnya, ada yang di badan jalan protokol dan kantong parkir.
"Ketika waktunya bergantian mengisi BBM, para kendaraan mobil besar itu diduga saling rebutan untuk masuk ke pintu SPBU," kata Muhammad Nordi kepada Kutairaya, Sabtu (31/1/2026).
Sehingga para pengendara mobil yang mengantre itu tampak ugal-ugalan, bahkan saling tunjuk tak mau mengalah.
"Aksi itu pastinya menimbulkan dampak negatif terhadap pengendara lainnya, jangan sampai terjadi korban jiwa terlebih bagi pengendara lainnya," ucapnya.
Maka itu, ia meminta kepada pemerintah daerah maupun aparat kepolisian, agar dapat siaga di lokasi pengisian BBM untuk mengatur arus lalu lintas.
"Jika ada petugas di lokasi, pastinya antrean BBM bisa lebih tertib," ujarnya.
Menanggapi hal ini, Kasat Lalu Lintas Polres Kukar AKP, Ahmad Fandoli menjelaskan, selama ini petugas Satlantas telah mengimbau para sopir truk yang mengantre BBM agar lebih tertib dalam mengantre pengisian BBM.
"Kami akan berkoordinasi dengan sejumlah pihak, agar antrean BBM ini tak ada lagi yang langsung memotong ke kanan. Jadi harus satu arah," kata Fandoli.
Ia menegaskan, petugas Satlantas terus melakukan patroli.
Jika melihat antrean BBM panjang dan menimbulkan kemacetan, maka dipastikan petugas akan membantu untuk mengatur arus lalu lintas. (Ary)