• Selasa, 21 April 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Progres Pembangunan Gerai Koperasi Desa Merah Putih di Sumber Sari, Loa Kulu. (Foto: Andri Wahyudi/Kutairaya)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Program pembangunan Gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) masih menghadapi sejumlah kendala, terutama terkait ketersediaan lahan dan kepastian regulasi pengadaan tanah.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar, Arianto mengemukakan, dari 237 desa dan kelurahan, baru 131 desa yang dapat melanjutkan program pembangunan gerai koperasi ke tahap persiapan dan konstruksi.

“Desa yang sudah siap itu umumnya memiliki lahan yang jelas statusnya. Sementara desa lain masih terkendala lahan, terutama desa-desa yang wilayahnya didominasi rawa atau tidak memiliki aset sama sekali,” kata Arianto, Rabu (28/1/2026).

Ia menjelaskan, petunjuk teknis pembangunan gerai koperasi saat ini hanya mengakomodasi pembangunan di lahan tanah keras, sehingga desa dengan kondisi geografis rawa belum dapat mengajukan pembangunan.

Selain itu, hingga kini belum ada petunjuk teknis terkait pembelian lahan untuk kepentingan koperasi desa.

Pemerintah daerah hanya diperbolehkan memanfaatkan aset pemerintah atau hibah dari pihak ketiga, termasuk perusahaan.

“Kalau tidak ada aset desa, kecamatan, kabupaten, atau hibah, desa berada pada posisi sulit. Untuk membeli lahan belum ada regulasi yang mengatur, ini yang masih kami inventarisasi bersama,” ujarnya.

Arianto menegaskan, pemerintah daerah tetap mendorong desa agar tidak terburu-buru dalam pembangunan, melainkan memastikan kesiapan lahan dan perencanaan usaha koperasi agar gerai yang dibangun tidak menjadi bangunan kosong.

Sementara itu Kepala Desa Sumber Sari, Sutarno, menilai keberadaan gerai KDMP sangat strategis untuk memperkuat ekonomi desa, khususnya dalam mendukung sektor pertanian.

Namun, ia menyadari kesiapan lahan dan permodalan menjadi tantangan utama di tingkat desa.

“Gerai koperasi ini sangat potensial, terutama untuk penyaluran sarana produksi pertanian. Tapi kalau pembangunannya terlalu cepat sementara usahanya belum siap, justru jadi beban,” ucapnya.

Menurut Sutarno, saat ini progres pembangunan gerai KDMP di Desa Sumber Sari masih sekitar 40 persen.

Ia berharap adanya kejelasan kebijakan dan dukungan lanjutan dari pemerintah daerah agar gerai koperasi dapat segera beroperasi dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Kami ingin gerai ini tidak hanya berdiri, tapi benar-benar berjalan dan menghasilkan,” katanya. (Dri)



Pasang Iklan
Top