Jalan rusak di Santan Ilir.(Pemdes Santan Ilir)
TENGGARONG,(KutaiRaya.com): Sepanjang 15 kilometer akses jalan di Desa Santan Ilir, Kecamatan Marang Kayu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), rusak.
Jalan tersebut menghubungkan sejumlah dusun di Desa Santan Ilir.
Kondisi jalan itu dinilai membahayakan bagi pengguna jalan, terlebih saat hujan tiba.
Kepala Desa Santan Ilir, Mursalin mengatakan, kondisi jalan ini sangat memprihatinkan dan perlu penanganan serius oleh pemerintah daerah.
Pasalnya, jika jalan itu ditangani oleh pemerintah desa, maka hanya mampu diperbaiki sepanjang sekitar 100 meter.
"Ini jalan yang rusak ada sekitar 15 km, kita tak bisa berbuat banyak. Karena anggaran Dana Desa atau Alokasi Dana Desa (ADD), untuk pembangunan infrastruktur jalan hanya sedikit, maksimal 100 meter," kata Marsulin kepada Kutairaya, Senin (26/1/2026).
"Jadi kalau perbaikan jalan ini dilakukan oleh desa, butuh menunggu berapa tahun bisa tuntas," tambahnya.
Ia menjelaskan, perbaikan jalan itu terkadang dilakukan secara swadaya dengan memberikan bebatuan.
Dalam hal ini, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, yaitu Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kukar, terkait perbaikan jalan tersebut.
"Tapi hingga saat ini belum ada respons dari pemerintah daerah," ujarnya.
Ia menyadari belum dilakukan perbaikan jalan ini karena keterbatasan anggaran daerah dan mengingat kondisi geografis kukar sangat luas.
Ia menegaskan, jalan ini merupakan akses vital masyarakat desa.
Karena jalan ini dibutuhkan untuk mengangkut hasil pertanian atau perkebunan masyarakat setempat.
Selain itu, dampak lainnya adalah terhambatnya mobilisasi masyarakat.
"Kami berharap, jalan ini segera diperbaiki oleh pemerintah daerah. Sehingga jangan terjadi korban akibat kerusakan jalan ini," ucapnya penuh harap.
Ia mengimbau kepada masyarakat agar berhati-hati saat melintasi jalan rusak itu. Utamakan keselamatan daripada kecepatan.
Menanggapi hal itu, Kepala Bidang Bina Marga (BM) Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kukar, Linda Juniarti menjelaskan, akses jalan yang rusak di Kukar itu sangat banyak.
Namun pemerintah daerah ini terkendala dengan keterbatasan anggaran, untuk melakukan perbaikan jalan atau jembatan.
"Kami komitmen akan menuntaskan perbaikan jalan rusak ini secara bertahap. Jika kami mendapatkan alokasi anggaran cukup besar, maka porsi pembangunan infrastruktur juga besar," kata Linda. (ary)