
Tempat yang biasanya dipergunakan pada penampilan Seni di SOE.(Foto: Achmad Nizar/Kutairaya)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com) : Penampilan seni yang biasanya rutin digelar di Simpang Odah Etam (SOE) kini terpantau tidak ada.
Padahal sebelumnya, pentas seni di kawasan ini menjadi hiburan rutin setiap malam Minggu bagi para pendatang dan masyarakat yang berkunjung. Dalam beberapa waktu terakhir, penampilan seni tersebut mulai dipertanyakan oleh masyarakat.
Simpang Odah Etam selama ini dikenal sebagai ruang publik yang menghadirkan berbagai pertunjukan seni dari pelaku seni di Kukar. Kehadiran pentas seni dinilai mampu menciptakan suasana yang ramai, sekaligus menjadi daya tarik bagi pengunjung untuk datang dan menikmati suasana malam.
Salah satu pelaku UMKM di SOE, Angga Syahputra mengaku, sudah tidak melihat adanya penampilan seni dalam dua minggu terakhir. Menurutnya, keberadaan pentas seni ini sangat berdampak bagi pelaku UMKM.
"Beberapa waktu terakhir kita sebagai pelaku UMKM sudah tidak melihat penampilan seni di SOE. Padahal penampilan seni itu sangat bagus karena bisa menarik minat masyarakat untuk datang, menonton, sekaligus berbelanja di tempat kami," ujar Angga pada Kutairaya.com, Sabtu (24/1/2026) malam.
Ia menambahkan, pentas seni juga menjadi ruang ekspresi bagi para pelaku seni lokal untuk berkembang dan menambah pengalaman.
"Simpang Odah Etam ini bisa jadi panggung bagi pelaku seni di Kukar supaya mereka bisa lebih maju dan berkembang," jelasnya.
Meski tidak rutin berjualan di SOE, ia menyadari, biasanya setiap kegiatan SOE selalu diisi dengan penampilan seni. Namun, dalam dua minggu terakhir sudah tidak terlihat. Ia mengaku, belum mengetahui penyebab dihentikannya sementara penampilan seni tersebut.
"Kami fokus di UMKM, jadi belum tahu penyebabnya apa. Harapannya ke depan bisa ditampilkan lagi, karena itu berdampak besar untuk menarik minat masyarakat agar lebih antusias berkunjung," tambahnya.
Hal serupa juga dirasakan oleh salah satu pengunjung SOE, Krisna Ragil. Ia mengaku baru menyadari penampilan seni di SOE sudah tidak ada.
"Saya juga baru sadar kalau penampilan seni di sini sudah tidak ada. Minggu kemarin saya ke sini memang tidak ada, dan hari ini juga tidak ada. Rasanya sedih, karena biasanya penampilan seni itu bisa menghibur masyarakat," ungkapnya.
Menurutnya, pentas seni di SOE memberikan suasana santai sekaligus hiburan bagi pengunjung yang ingin menikmati malam akhir pekan. Ia berharap penampilan seni tersebut bisa kembali dihadirkan.
"Harapannya bisa ada lagi, karena selain menghibur, kita juga bisa menikmati seni di ruang publik seperti ini," tambahnya.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar, Arianto menjelaskan, belum adanya kontrak kegiatan menjadi penyebab sementara dihentikannya penampilan seni di SOE.
"Tahun ini kontrak belum ada, itu masalahnya. Biasanya kita harus punya kontrak dulu untuk pembayaran. Jadi kita belum bisa membayar penampilan-penampilan di situ," ucapnya.
Ia menegaskan, kondisi tersebut bersifat sementara. Setelah kontrak dan anggaran siap direalisasikan, penampilan seni akan kembali digelar.
"Nanti kalau kontrak-kontrak sudah jalan dan anggaran sudah siap, akan kita laksanakan lagi. Masa orang tampil juga tidak mungkin kalau tidak dibayar," tukasnya. (*zar)