
Band From Zero saat tampil di sebuah event.(Foto: Dok. From Zero)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com) : Band From Zero, sebuah band baru yang lahir dari lingkungan Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta). Meski tergolong pendatang baru, From Zero membawa semangat besar untuk menghidupkan kembali scene musik di Tenggarong yang dinilai masih minim ruang tampil bagi para musisi lokal.
Band ini terbentuk secara sederhana atau tidak sengaja. Bassist From Zero, Dwi Cahya Utama menceritakan, awal mula terbentuknya band ini dari pertemuan tidak sengaja di sebuah coffee shop.
"Awalnya itu cuma bertiga aja, saya, dan kedua temen saya Rio dan Dava. Ketemunya jugatak sengaja di coffee shop, lagi main gitar, terus kenalan, sering main bareng, akhirnya ada celetuk untuk membuat band," ujar Cahya pada Kutairaya.com saat dihubungi, Jumat (23/1/2026).
Saat itu, temannya bernama Rio mengisi posisi gitar, Dava sebagai vokalis, dan dirinya sendiri di bass.
Seiring berjalannya waktu, mereka kemudian bertemu dengan Abas yang mengisi gitar dan Sandi sebagai drummer, hingga formasi band pun menjadi lengkap.
From Zero terbentuk sekitar pertengahan tahun 2025, tepatnya sekitar bulan Agustus hingga September. Uniknya, seluruh personel benar-benar memulai perjalanan bermusik dari nol.
"Nama From Zero itu karena kami semua benar-benar baru. Belum pernah ngeband sebelumnya, bahkan pegang gitar elektrik atau bass itu baru pertama kali di band ini. Jadi ya benar-benar dari nol," jelasnya.
Untuk urusan genre, From Zero memilih untuk tidak membatasi diri. Mereka lebih nyaman mengeksplorasi berbagai warna musik.
"Kami tidak terpaku satu genre. Tapi kebanyakan yang kami bawain itu alternatif rock, emo, pop punk," tambahnya.
Meski masih baru, From Zero sudah mulai aktif tampil dibeberapa panggung. Sepanjang tahun 2025, mereka sempat tampil di event jamming yang diadakan Runner Music Studio di lingkungan Unikarta, jamming session di HH, serta tampil di acara terbaru di Kan Gigs.
Soal dukungan, band ini mengaku belum mendapat dukungan dari pihak kampus maupun pemerintah. Namun, dukungan kuat justru datang dari teman-temannya.
"Lebih ke support dari kawan-kawan aja sih, teman-teman kampus,"katanya.
Timnya saat ini tengah mempersiapkan rilis single debut sebagai langkah awal memperkenalkan karya mereka ke publik.
"Kami pengen ngeramein dan ngidupin scene musik di Tenggarong. Sebenarnya banyak band di sini, cuma karena kurang event dan panggung, akhirnya jarang dapet kesempatan tampil," tutupnya. (*zar)