• Kamis, 18 Juni 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Sumur bor di Bukit Biru tak berfungsi.(Achmad Rizki/Kutairaya)

TENGGARONG,(KutaiRaya.com): Keberadaan sumur bor di area persawahan Banyumas, Kelurahan Bukit Biru, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) tak memberikan manfaat bagi petani.

Pasalnya sumur bor itu tak mampu mengairi area persawahan secara maksimal.

Pembangunan sumur bor itu dilakukan pada 2023 lalu, oleh pemerintah daerah yang bekerja sama dengan Kodim 0906 Kukar.

Salah seorang petani, Kaliman mengatakan, keberadaan sumur bor ini hanya bertahan sebentar, setelah selesai pembangunan itu.

Saat ini sumur bor itu tak berfungsi, karena ada salah satu komponen yang terbakar.

"Penyebab dari terbakarnya komponen kelistrikan itu ialah seringnya digunakan karena penghisapan pompa terhadap sumber air tak maksimal," kata Kaliman kepada Kutairaya, Kamis (22/1/2206).

Menurutnya, pipa penghisap tak sampai ke sumber mata air hingga kedalaman 70 meter.

Tapi dari keterangan warga atau petani lainnya, pipa penghisap sumur bor itu tak sampai 60 meter.

"Karena masih banyak sisa pipa yang dibawa, bukan habis digunakan untuk pipa penghisap," ucapnya.

Ia menjelaskan, sistem pengairan untuk sektor pertanian ini sangat penting.

Jika sistem pengairan minim, pastinya sangat berpengaruh terhadap hasil pertanian.

"Sistem pengairan saat ini hanya menggunakan tadah hujan, dengan membendung air dan dialirkan ke lahan pertanian," tuturnya.

Dia berharap sumur bor yang telah dibangun ini bisa segera diperbaiki, sehingga bisa memberikan manfaat bagi petani.

"Satu sumur bor ini seharusnya mampu mengairi sekitar 4-5 hektare lahan pertanian," ujarnya.

Di Bukit Biru, ada 3 sumur bor yang merupakan pembangunan pada 2023 lalu. Dua sumur bor lainnya masih berfungsi dengan baik.

Sementara itu anggota DPRD Kukar Muhammad Idham mengatakan, pemerintah daerah harus melakukan perbaikan pada sumur bor yang telah dibangun itu.

Sumur bor itu dinilai penting bagi sistem pengairan lahan pertanian.

"Jika sistem oengairannya maksimal, pastinya untuk hasil pertanian juga maksimal," kata Idham.

Menanggapi hal ini, Kepala Bidang (Kabid) Sarana dan Prasarana Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar, Muhammad Rifani menjelaskan, pembangunan sumur bor di Bukit Biru ini dikerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) pada 2023 lalu.

"Sebelum melakukan pembangunan itu, Dinas PU telah melakukan koordinasi untuk membangun sumur bor di wilayah tersebut. Sehingga pembangunan itu tak tumpang tindih," ujar Rifani.

Terkait dengan sumur yang kurang maksimal, pihaknya nanti akan berkoordinasi dengan Dinas PU untuk melakukan perbaikan. (ary)



Pasang Iklan
Top