Plt Kepala Disnakertrans Kukar Akhmad Taufik Hidayat.(Andri Wahyudi/Kutairaya)
TENGGARONG,(KutaiRaya.com): Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Disnakertrans) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) membuka program Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) Tahun Anggaran 2026 guna meningkatkan kualitas dan daya saing tenaga kerja lokal.
Plt Kepala Disnakertrans Kukar, Akhmad Taufik Hidayat mengatakan, program ini merupakan bagian dari Kegiatan Peningkatan Kualitas dan Produktivitas Tenaga Kerja yang didanai melalui APBD 2026, sesuai hasil Musrenbang dan kebutuhan pasar kerja.
"Pelatihan ini kami laksanakan bekerja sama dengan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) yang kompeten, dengan tujuan menyiapkan tenaga kerja lokal agar siap pakai dan mampu bersaing, baik di tingkat lokal maupun regional," ujar Taufik, Kamis (22/1/2026).
Ia menjelaskan, terdapat belasan jenis kejuruan pelatihan yang akan dibuka, di antaranya pelatihan Satpam Gada Pratama, Ahli K3 Umum, desain grafis, instrumentasi level 1, konten kreator, mekanik dan operator alat berat, operator forklift, perhotelan, rigger, welder SMAW 3G dan 4G, pertukangan, penjamah makanan, serta K3 mekanik.
Melalui Bidang Pelatihan Kerja dan Produktivitas Tenaga Kerja, Disnakertrans Kukar telah menyampaikan informasi kegiatan ini kepada seluruh kecamatan agar dapat diteruskan kepada masyarakat pencari kerja di 20 kecamatan se-Kukar.
"Untuk pelatihan Security atau Gada Pratama, pendaftaran paling lambat tanggal 10 Februari 2026. Sementara pelatihan lainnya dibuka hingga 31 Maret 2026. Pendaftaran dilakukan secara online melalui aplikasi siap-kerja.kukarkab.go.id," tuturnya.
Pelaksanaan pelatihan ini mengacu pada Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, khususnya pasal 13 Bab V tentang Pelatihan Kerja.
Peserta yang lolos nantinya akan mendapatkan pelatihan sesuai unit kompetensi di masing-masing bidang.
Sementara itu, Kepala Bidang Pelatihan Disnakertrans Kukar, Lukman menjelaskan, proses awal saat ini masih pada tahap pendaftaran dan seleksi administrasi.
Seleksi dilakukan secara bertahap untuk memastikan pemerataan peserta dari seluruh kecamatan.
"Kami menargetkan sekitar 700 hingga 750 peserta pelatihan tahun ini. Minimal 30 persen peserta akan diprioritaskan dari data P3KE atau masyarakat kurang mampu," ucap Lukman.
Ia menambahkan, selain seleksi berkas, peserta juga akan melalui tahapan verifikasi dan wawancara.
Pelaksanaan pelatihan direncanakan berlangsung setelah seluruh proses administrasi selesai, dengan melibatkan pihak ketiga sebagai penyelenggara pelatihan.
Menurutnya, tingginya animo masyarakat terlihat dari jumlah pendaftar yang terus bertambah sejak sistem pendaftaran online dibuka.
Hal ini menunjukkan besarnya kebutuhan masyarakat terhadap peningkatan keterampilan dan sertifikasi kerja.
"Harapan kami, melalui pelatihan ini para pemuda dan pencari kerja yang selama ini kesulitan mendapatkan pekerjaan karena keterbatasan keahlian, bisa memiliki kompetensi dan sertifikasi yang dibutuhkan dunia kerja," ujarnya. (dri)