• Sabtu, 06 Juni 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Kondisi jalan Rantau Hempang.(Foto: Sosmed Facebook Arian)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Sepanjang 14 kilometer (km) jalan poros di Desa Rantau Hempang, Kecamatan Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), rusak parah.

Jalan tersebut menghubungkan sejumlah desa, di antaranya, Desa Selerong, Segihan dan lainnya.

Jalan itu sangat membutuhkan perhatian dari pemerintah daerah.

Kepala Desa Rantau Hempang Maman Sulaeman mengatakan, kondisi jalan saat ini rusak parah, terlebih saat memasuki musim hujan.

Sehingga jalan itu menjadi becek dan berlumpur.

"Sebelumnya, jalan itu pernah dilakukan pengerasan. Namun rusak kembali karena faktor cuaca dan intensitas kendaraan yang melintas," kata Maman kepada Kutairaya, Rabu (21/1/2026).

Menurutnya, jalan dengan kondisi rusak ini sangat membahayakan bagi pengendara dan menghambat aktivitas masyarakat, terlebih sebagai akses mobilisasi bahan pangan, mengantar anak sekolah hingga menuju ke fasilitas kesehatan (Faskes).

"Masyarakat desa pastinya sangat kesulitan saat melintasi jalan tersebut, terlebih saat hujan tiba, pasti kondisinya berlumpur," ucapnya.

Sebelumnya, ia telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) terkait perbaikan jalan itu.

Namun tanggapan dari pemerintah daerah melihat kemampuan keuangan daerah.

"Kita sering kali menyampaikan hal ini kepada pemerintah daerah. Tapi bagaimana kalau keuangan daerah terjadi efisiensi, sehingga tak bisa dipaksakan," ujarnya.

Dia berharap, pemerintah daerah dapat memprioritaskan jalan poros ini untuk segera diperbaiki, sehingga dapat memudahkan aktivitas masyarakat.

Menanggapi hal ini, Kepala Bidang Bina Marga (BM) Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kukar, Linda Juniarti menjelaskan, pada 2026 ini belum ada perbaikan jalan poros Desa Rantau Hempang itu.

Perbaikan yang dilakukan di 2026 ini, di antaranya penahan longsor di berbagai kecamatan hingga perbaikan jalan poros antarkecamatan.

"Jalan rusak di Kukar ini masih banyak perlu perhatian, tapi kita tak bisa melakukan perbaikan karena keterbatasan anggaran. Sehingga perbaikan dilakukan secara bertahap," kata Linda. (Ary)



Pasang Iklan
Top