
Ketua KONI Kukar Chairil Anwar.(Foto: Achmad Nizar/Kutairaya)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com) : Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kukar menegaskan, untuk tetap memaksimalkan anggaran yang tersedia demi persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim 2026 yang akan digelar di Kabupaten Paser.
Meski jumlah anggaran belum sepenuhnya pasti, KONI Kukar memastikan seluruh tahapan persiapan tetap berjalan. Hal ini disampaikan Ketua KONI Kukar, Chairil Anwar pada Kutairaya.com di Tenggarong, Kamis (15/1/2026).
Beberapa waktu sebelumnya, telah dilakukan Rakor dan membahas mengenai anggaran Porprov 2026. Saat itu KONI Kukar telah mengusulkan anggaran sekitar Rp 100 miliar untuk persiapan hingga pelaksanaan Porprov 2026.
Anggaran tersebut dirancang untuk menurunkan seluruh atlet Kukar yang lolos BK Porprov, termasuk pembiayaan TC, perlengkapan pertandingan, transportasi hingga uang saku atlet.
Namun, pada saat itu pemerintah daerah menyampaikan anggaran hanya ada sekitar Rp 8-10 miliar, yang hingga kini masih bersifat estimasi dan belum ditetapkan secara final.
"Angka 8 sampai 10 miliar itu masih belum pasti. Sekitar satu minggu ke depan kami akan rapat lagi dengan pihak Dispora untuk memastikan pagu anggaran dan rencana penggunaannya," ujarnya.
Ia menjelaskan, pembiayaan Porprov tidak hanya mencakup KONI dan cabor. Seluruh proses berada di bawah koordinasi Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), termasuk perhitungan kebutuhan 63 cabang olahraga yang sementara terdata.
"Ini bukan murni hanya urusan KONI dan cabor. Ada banyak komponen di bawah Dispora. Peralatan, spesifikasi , sampai standar harga barang dan jasa, semuanya mengacu ke aturan pemerintah daerah," jelasnya.
Sebagai contoh, pada cabor dayung, kebutuhan perahu dan perlengkapan lainnya harus disesuaikan dengan Standar Harga Barang dan Jasa (SHBJ) pemerintah daerah. Dari situlah Dispora menghitung kebutuhan riil, mulai dari masa persiapan hingga keberangkatan ke Paser.
Untuk sementara jumlah atlet yang akan diberangkatkan ke Porprov 2026 mencapai sekitar 1.400 orang. Jumlah ini masih bersifat sementara dan akan kembali dievaluasi bersama Dispora dan seluruh cabor.
"Rata-rata atlet kita lolos semua. Tapi nanti di rapat terakhir bisa saja ada evaluasi, apakah semua diberangkatkan atau ada penyesuaian," katanya.
Ia mengatakan, akan ada TC yang terpusat , rencananya akan dilaksanakan di Tenggarong Seberang, yang saat ini masih terus dimatangkan.
Menanggapi kemungkinan anggaran yang tidak sesuai harapan, ia menegaskaan tetap optimis.
"Kita maksimalkan dulu anggaran yang ada. Nanti kita minta lagi. Saya paham kondisi keuangan daerah saat ini, pemerintah juga sedang kesulitan," imbuhnya.
Ia juga membuka peluang dukungan dari pihak ketiga, khususnya perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Kukar.
"Mudah-mudahan perusahaan yang mengeruk hasil bumi di Kukar mau melirik dan peduli. Tapi itu soal kepercayaan, dan kepercayaan itu harus kita bangun," tegasnya.
Meski begitu, ia tidak ingin memaksakan keadaan kepada pemerintah daerah.
"Saya tidak mau ngoyo-ngoyo. Kita pahami kondisi ini. Prinsipnya, maksimalkan yang ada dulu, lalu kita upayakan tambahan, termasuk dari pihak ketiga," katanya.
Sementara itu, Sekretaris Gulat Kukar, M. Juliharto, mengatakan, mengenai anggaran porprov 2026, pihaknya memilih fokus pada latihan dan prestasi atlet, tanpa terlalu memikirkan anggaran.
"Kalau soal anggaran, kami ini ibaratnya tutup mata. Yang penting kami berlatih dan dibiayai. Dari mana dananya, kami tidak mau terlalu jauh memikirkan," ujarnya.
Untuk Porprov 2026, cabor gulat Kukar dipastikan akan menurunkan 34 atlet dari 36 kelas yang dipertandingkan. Jika terjadi keterbatasan anggaran, pihaknya tetap memperjuangkan seluruh atlet yang telah lolos.
"Kami tetap bersikeras memperjuangkan 34 atlet yang lolos. Peralatan juga tetap kami perjuangkan. Kami fokus prosesnya dulu, jangan sampai jadi beban mental atlet," ucapnya.
Sebagai ajang multievent empat tahun sekali, ia memasang target untuk meraih medali semua.
"Target kami jelas, semua kelas harus medali," tegasnya.
Di sisi lain, Kadispora Kukar, Aji Ali Husni, mengaku,kendala utama dalam persiapan Porprov 2026 adalah keterbatasan anggaran.
"Kondisi keuangan daerah memang sedang tidak mudah, dan ini juga dialami hampir semua kabupaten di Indonesia. Karena itu, seluruh pengeluaran akan disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah," paparnya.
Ia berharap, para atlet dan cabor tetap menjaga semangat, fisik, dan mental, serta memaksimalkan fasilitas yang ada. Ia juga menekankan pentingnya koordinasi antara Dispora dan KONI.
"Jangan sampai ada persoalan yang terlambat disampaikan. Kami membuka ruang koordinasi dan konsultasi untuk persiapan hingga pelaksanaan Porprov 2026," katanya.
Sementara itu, Ketua DPRD Kukar Ahmad Yani menegaskan, komitmen legislatif untuk membantu pemenuhan anggaran melalui APBD Perubahan nanti.
"Kita akan bantu di APBD perubahan. Kita pastikan kebutuhan KONI terpenuhi agar seluruh cabor bisa bertanding dan mengikuti kejuaraan tingkat provinsi," imbuhnya.
Menurutnya, KONI merupakan organisasi yang mengoordinasikan seluruh cabor di Kukar sehingga penguatan anggaran menjadi hal yang penting.
"Pelaksanaannya memang masih cukup lama, tetapi kita pastikan di anggaran perubahan nanti bisa direalisasikan," pungkasnya. (*zar)