
Pelatihan Takmir Masjid Menuju Masjid Percontohan.(Foto: Ridwan/KutaiRaya)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com) : Program Masjid Percontohan merupakan salah satu program Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Kutai Kartanegara tahun 2026.
Untuk itu, DMI menggelar pelatihan Takmir Masjid dalam rangka menuju Masjid Percontohan Kabupaten Kutai Kartanegara tahun 2026 disejumlah lokasi yang mencakup tiga zona, yaitu, Zona Hulu, Zona Tengah dan Zona Pantai.
Kegiatan tersebut diawali di Kecamatan Tenggarong yang dipusatkan di Masjid Besar Al Anshar Tenggarong, pada 16-17 Januari 2026, dan diikuti perwakilan 22 Masjid se Kecamatan Tenggarong. Tampak para peserta antusias mengikuti pelatihan selama dua hari dengan menghadirkan para narasumber yang berkompeten.
"Program Masjid Percontohan bertujuan membantu Masjid berkembang lebih tertata, profesional dan berdampak, namun menyesuaikan pendampingan sesuai kondisi nyata masing-masing Masjid. Masjid Percontohan bukan Masjid paling sempurna, tapi Masjid yang siap bertumbuh, siap berbenah bersama DMI dan pendamping, " ujar Sekretaris Umum DMI Kabupaten Kukar H. Suprianto.
Ia mengatakan, Masjid yang ada saat ini di Kukar baik itu di Desa maupun yang berada di Kota, Masjid dibangun dengan megahnya, fasilitas disediakan dengan mewahnya, sekarang Masjid mana yang tidak pakai AC, hampir sebagian besar pakai AC. Tetapi, Masjid yang megah dan sarananya yang mewah itu miskin dengan jama
"Kepada Takmir Masjid khususnya yang hadir pada kegiatan ini, bagaimana kita susahnya menggerakkan jama
Tapi intinya lanjut Suprianto, dalam kegiatan ini bagaimana para Takmir Masjid memiliki daya saing, memiliki pola pikir baru. Masjid yang berdaya untuk jama
"Sehingga, Masjid sekarang harus sudah mempunyai base data jama
Sementara itu, Ketua Umum DMI Kukar Edi Damansyah menuturkan, bahwa dalam kegiatan ini semoga keberadaan kita yang selama ini sudah aktif di Masjid tetap istiqomah untuk mewakafkan waktunya dalam mengelola Masjid, karena mengelola Masjid ini memang harus dilaksanakan dengan baik.
"Jadi pada kegiatan ini tidak lain tidak bukan, kami hanya ingin memberikan penguatan. Penguatan ini juga harus dipahami, tidak bisa berhasil maupun tidak berjalan dengan baik manakala para Takmir yang aktif mengurus Masjid juga tidak bisa beradaptasi dengan situasi kondisi perkembangan kemajuan teknologi khususnya di Kutai Kartanegara, dan perubahan perkembangan ini harus cepat kita beradaptasi, "sebutnya.
Ia mengaku, saat ini pengelolaan Masjid lebih kepada pemeliharaan fisiknya, dan banyak Takmir Masjid berlomba untuk membangun fisik Masjidnya saja. Maka kegiatan ini juga untuk memberikan wawasan baru, bahwa Masjid itu tidak tergantung pada fisiknya, memang fisik juga perlu, tapi tidak selalu fisiknya dipikirkan, karena pembangunan fisik relatif tidak begitu sulit, tapi yang sulit itu membangun jama
"Maka kami DMI Kabupaten Kutai Kartanegara berupaya melalui kegiatan ini untuk penguatan dan memberikan wawasan baru bagi para Takmir, " imbuhnya.
Lebih lanjut bahwa, kalau bicara teori melakukan perubahan pola pikir itu tidak mudah, tapi bisa dilakukan sepanjang kita bersama dengan tujuan untuk melakukan evaluasi atau melakukan introspeksi bahwa memang apa yang kita lakukan saat ini perlu dilakukan pengembangan dan perbaikan.
"Harapan kami pola pikir ini yang paling utama. Memang kegiatan ini singkat, semoga bahan materi yang disampaikan para narasumber bisa menjadi dasar pola pikir kita, silahkan dikembangkan sesuai dengan situasi kondisi lingkungan masing-masing, karena setiap Masjid berbeda-beda. Dan harapan saya juga kepada para Takmir Masjid ini agar melakukan evaluasi dan pelan-pelan materi ini disesuaikan dan diperbaiki kembali pada kegiatan-kegiatan yang memang harus disesuaikan dengan situasi kondisi," tambahnya.
Ia menambahkan, dalam mengelola Masjid ini tidak bisa Takmir itu melakukannya sendiri, ini juga salah satu penting DMI Kukar ingin membuka wawasan jangan sampai Takmir Masjid itu pola pikirnya hanya mengelola apa adanya, harus juga melibatkan masyarakat disekitar Masjid dengan baik, makanya salah satu yang kami harapkan setelah kegiatan ini harus dimulai mendata warga masyarakat yang ada dilingkungan Masjid.
"Sehingga para Takmir Masjid bisa melihat berapa jumlah jama
Sebagai informasi, setelah kegiatan pelatihan Takmir Masjid dalam rangka menuju Masjid Percontohan di Kecamatan Tenggarong akan dilanjutkan di Zona Hulu, Zona Tengah dan Zona Pantai.
Untuk kegiatan berikutnya dilaksanakan pada 20-21 Januari 2026 dipusatkan di Masjid Besar Al Fatah Kota Bangun. Kemudian pada 24-25 Januari 2026 dilaksanakan di dua lokasi berbeda, yakni di Masjid Besar Al Ukhuwah Muara Badak dan Masjid Besar Ulil Ijtihad Tenggarong Seberang, dan terakhir pada 26-17 Januari 2026 di Masjid Besar Darussalam Muara Jawa. (One)