Petak TAS belum dibuka (Achmad Rizki/KutaiRaya)
TENGGARONG,(KutaiRaya.com): Sekitar 350 petak di Tangga Arung Square (TAS), Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terpantau belum dibuka.
Berdasarkan penelusuran media ini, penyebab dari sebagian pedagang belum melakukan aktivitasnya, yakni keterbatasan modal, keterbatasan tenaga kerja, kekhawatiran tak laku dan lainnya.
Salah seorang pedagang kuliner yang enggan disebutkan namanya mengaku, hingga saat ini belum bisa melakukan aktivitas jualan.
Hal ini dikarenakan belum memiliki modal dan tenaga kerja.
"Petak yang saya peroleh ini baru saya isi meja, tapi belum bisa buka karena masih ada kendala," kata seorang pedagang kepada Kutairaya Jum
Ia terus berupaya untuk mengatasi kendala itu dan harus segera berjualan, mengingat para pedagang lainnya telah berjualan, serta menghasilkan omzet yang lumayan.
"Saya sebagai pedagang juga tak tinggal diam. Jika tak berjualan, akan sulit memenuhi kebutuhan keluarga," tuturnya.
Ia menjelaskan, meskipun sudah ada solusi terkait sektor permodalan melalui program Kredit Kukar Idaman Terbaik, tapi belum berani meminjam karena belum mengetahui pendapatan pasti ketika berjualan di TAS, sehingga yang dikhawatirkan tak mampu membayar angsurannya.
Program itu memang dinilai membantu, tapi bagi pengusaha yang telah berjalan dan menetap.
Sementara itu Sekretaris Forum Pedagang Pasar Kaki Lima (FPPKL) Kukar, Mas
Petak itu terdiri dari berbagai kategori, baik kuliner, konveksi, konter HP, jam dan lainnya.
"Kita mendorong pedagang untuk segera melakukan aktivitas jualan. Karena jika tidak segera, maka petak itu akan ditarik kembali oleh pemerintah daerah," ujar Mas
Menurutnya, jika sampai ditarik oleh pemerintah daerah sangat disayangkan.
Karena petak TAS ini sangat representatif bagi pedagang maupun pengunjung.
"Kami juga memahami kendala atau keluhan pedagang, yang tak kunjung melakukan aktivitas jualannya. Ada yang tak punya modal dan lainnya," ucapnya.
Dalam hal ini, ia meminta kepada pemerintah daerah dan Bankaltimtara untuk mempermudah akses pinjaman kredit melalui program Kredit Kukar Idaman Terbaik.
"Program ini dinilai sangat membantu pedagang, tapi masih banyak pedagang yang belum mengerti terhadap proses kredit tersebut," ucapnya.
Menanggapi ini, Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kukar, Sayid Fathullah menjelaskan, pemerintah daerah akan menarik kembali petak di TAS itu, jika tak digunakan pedagang untuk berjualan.
"Kami akan mengingatkan pedagang, untuk segera membuka jualannya. Karena pemerintah ini telah memfasilitasi wadah yang nyaman," kata Sayid.
Dia berharap seluruh petak yang ada ini bisa segera digunakan untuk aktivitas berjualan, mengingat sebentar lagi memasuki bulan Ramadan dan diyakini momen itu mengalami peningkatan pengunjung. (ary)