
Dapur SPPG Jalan Panjaitan.(Foto: Achmad Rizki/Kutairaya)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Sejumlah orangtua murid di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), khususnya Kecamatan Tenggarong, berharap pendistribusian Makanan Berigizi Gratis (MBG) saat Ramadan 2026 mendatang, bisa ditunda atau diganti dengan uang.
Salah satu orangtua murid, Dian Setianingrum mengatakan, memasuki Ramadan anak-anak dilatih untuk berpuasa, meskipun ada yang satu hari penuh atau setengah hari.
Jika pendistribusian MBG ini masih berjalan di tengah Ramadan, maka ini dinilai sangat percuma atau sia-sia.
"Lebih baik jatah MBG anak-anak ini dinominalkan selama satu bulan Ramadan. Sehingga uang tersebut bisa untuk menambah kebutuhan pangan setiap harinya," kata Dian Setianingrum kepada Kutairaya, Kamis (15/1/2026).
Menurutnya, jika dalam sehari jatah MBG anak-anak mencapai Rp 15 ribu, maka dalam sebulan ada sekitar 20-25 hari bisa mencapai Rp 300-375 ribu.
"Uang itu sangat lumayan dan membantu ekonomi keluarga," ucapnya.
Ia meyakini, para orangtua bisa memberikan makanan untuk anaknya yang bergizi dan layak, sehingga tak perlu khawatir, anak-anak tak diberi makan.
"Sebelum ada MBG, kami sebagai orangtua juga telah memberikan asupan makanan yang bergizi kepada anak," ujarnya.
Menanggapi hal itu, Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Gang Masjid Agung Jalan Panjaitan Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kukar, Idhamsyah menegaskan, tetap mendistribusikan Makanan Bergizi Gratis pada Ramadan 2026 mendatang.
"Pendistribusian ini bagian dari upaya Badan Gizi Nasional, dalam pemenuhan gizi kepada anak-anak," ujar Idhamsyah.
Ia menjelaskan, jika saat Ramadan mendatang tak disalurkan, yang dikhawatirkan pola gizi makan anak-anak ini tak beraturan, sehingga bisa berdampak terhadap sektor kesehatan.
"Pendistribusian MBG ini telah dipastikan, yang menjadi kebutuhan gizi anak telah dipenuhi. Karena di SPPG ini dilakukan pengecekan terlebih dahulu oleh tim ahli gizi," tuturnya.
Adapun mekanisme pendistribusian MBG saat Ramadan nantinya akan berbeda dari hari biasa.
Khusus pendistribusian saat Ramadan, menu yang diberikan kepada anak-anak berupa makanan kering yang tak mudah basi.
"Sehingga MBG itu bisa dimakan saat berbuka puasa, pendistribusian MBG saat Ramadan sudah kita pikirkan," ucapnya.
Saat Ramadan, ia akan menjalin kerja sama dengan vendor roti yang dinilai memiliki kualitas dalam pemenuhan gizi anak.
Untuk waktu pendistribusian ke sekolah, ia hanya menyesuaikan dari permintaan sekolah.
"Kita mendistribusikan ke sejumlah sekolah di Tenggarong, di antaranya SMPN 1, SMPN 2, SDN 001, SDN 003, SDN 011 dan SDN 018," ujarnya. (Ary)