• Selasa, 20 Januari 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Anggota Polsek Tabang yang tengah membagikan sembako kepada masyarakat. (Foto: Dok. Polsek Tabang)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com) : Beberapa hari terakhir, masyarakat Kukar terenyuh dengan kabar banjir yang melanda dibeberapa desa, di Kecamatan Tabang.

Banjir tersebut merendam permukiman warga dan badan jalan dengan ketinggian air mencapai 70 hingga 150 cm pada Minggu (11/1/2026), namun sejak hari ini, Rabu (14/1/2026) kondisi banjir di Kecamatan Tabang mulai surut.

Berdasarkan laporan saat ini kondisi banjir di Kecamatan Tabang sudah mulai surut. Meski begitu, selama banjir, berbagai pihak terus melakukan upaya penanganan, termasuk Polsek Tabang yang terus memberikan pelayanan dan bantuan kepada masyarakat terdampak.

Kapolsek Tabang, IPTU Aldino Subroto, mengatakan, pihaknya telah melakukan monitoring secara intensif dan siaga penuh di wilayah yang terdampak banjir.

Sebelumnya, Dari hasil monitoring, ada 13 desa terdampak banjir dengan ketinggian air yang bervariasi antara 70 hingga 150 cm.

Desa-desa yang terdampak banjir seperti Desa Umaq Bekuay, Sidomulyo, Kampung Baru, Tabang Lama, Umaq Tukung, Muara Pedohon, dan Umaq Dian. Selain itu, banjir juga melanda di beberapa desa di sepanjang aliran Sungai Lunuk, seperti Desa Tuboq, Salung, Tiq, Kebag, dan Belinau. Akibat banjir tersebut, aktivitas masyarakat sempat terganggu, terutama akses jalan antar desa yang tergenang air.

Syukurnya hingga saat ini tidak ada laporan korban jiwa maupun kerusakan berat akibat bencana banjir tersebut.

Ia menambahkan, setelah air mulai surut, Polsek Tabang terus melakukan langkah-langkah lanjutan, di antaranya menyalurkan bantuan sembako ke beberapa desa yang terdampak banjir.

"Kondisi saat ini di Kecamatan tabang, banjir telah surut, langkah-langkah yang kami lakukan saat ini memberikan bantuan sembako kebeberapa desa yang terdampak, kemudian memberikan himbauan kepada masyarakat untuk tetap waspada dengan meningkatnya intensitas hujan yang terjadi saat ini, sehingga masyarakat lebih siap untuk menghadapi banjir susulan," ungkapnya.

Selain itu, ia juga menyampaikan, kondisi jaringan di Tabang sempat mengalami gangguan akibat pemadaman listrik. Pemadaman tersebut dipicu oleh terhambatnya distribusi logistik bahan bakar minyak (BBM) untuk pembangkit listrik PLN di wilayah Tabang.

"Jaringan di Tabang saat ini mengalami gangguan, karena pemadaman listrik dan terhambatnya logistik BBM untuk PLN di Kecamatan Tabang," tukasnya. (*zar)



Pasang Iklan
Top