
Kepala Dinas Perdagangan Kota Samarinda, Nurahmani, Rabu (14/01/2026). (Foto: Abi/KutaiRaya)
SAMARINDA, (KutaiRaya.com): Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Samarinda, memastikan ketersediaan Bahan Pokok Penting (Bapokting) di Kota Tepian dalam kondisi aman pasca perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru). Meskipun terjadi fluktuasi harga pada sejumlah komoditas, kondisi tersebut dinilai masih dalam batas wajar, dan tidak mengarah pada kelangkaan, Rabu (14/1/2026).
Setelah sebelumnya Bapokting di Kota Samarinda sempat mengalami kenaikan harga yang cukup tinggi, akibat stok yang mulai menipis akibat perayaan Natal dan tahun baru (Nataru). Saat ini, keberadaan stok Bapokting sempat di pertanyakan, namun pihak Disdag menyatakan, walaupun harga Bapokting masih sering naik turun, namun stok masih banyak sehingga tidak menuju arah kelangkaan.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Samarinda, Nurahmani mengatakan, hingga saat ini pihaknya tidak melihat adanya indikasi krisis pasokan bahan pokok dipasaran.
“Kalau dibilang langka, tidak. Menurut saya aman. Sepanjang barang tersedia, insyaallah itu tidak menjadi sesuatu yang mengejutkan bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia mengakui adanya kenaikan harga pada beberapa komoditas, seperti cabai dan bawang. Namun, kenaikan tersebut tidak disertai lonjakan kepanikan di tingkat konsumen.
“Kemarin cabai naik, bawang naik. Kami pantau juga antusias masyarakat biasa saja. Artinya, masyarakat masih merasa aman karena barangnya ada,” jelasnya.
Ia menegaskan, Disdag tetap melakukan pemantauan harga secara berkala dan tidak akan membiarkan, harga melambung tidak terkendali.
“Kami tidak membiarkan kalau harganya sudah di luar kewajaran. Tapi untuk kondisi sekarang, aman. Insyaallah aman,” tegasnya.
Terkait komoditas lain, ia memastikan tidak ada kelangkaan seperti yang pernah terjadi pada minyak goreng beberapa waktu lalu.
“Kalau dulu minyak sempat langka, sekarang insyaallah tidak. Barangnya ada,” katanya.
Menurutnya, kenaikan harga menjelang hari besar keagamaan merupakan pola yang hampir selalu terjadi setiap tahun, baik menjelang Lebaran maupun Natal dan Tahun Baru.
“Kalau sudah mau hari besar, harga pasti naik. Saya tanya langsung ke pedagang daging, mereka bilang bukan karena stok kurang, tapi karena jam kerja bertambah dan biaya tenaga kerja naik,” ungkapnya.
Ia menilai, kondisi tersebut masih tergolong wajar dalam dinamika pasar, selama tidak berdampak pada kelangkaan barang dan daya beli masyarakat secara signifikan.
“Selama ketersediaan aman dan harga masih rasional, kami anggap situasi terkendali,” pungkasnya. (*Abi)