
Pasar Tangga Arung Square.(Foto: Andri Wahyudi/Kutairaya)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Pemerintah Kecamatan Tenggarong memastikan pelaksanaan Pasar Ramadan tahun ini akan dipusatkan di kawasan Tangga Arung Square.
Kepastian ini disampaikan langsung oleh Camat Tenggarong, Sukono, usai menggelar rapat koordinasi bersama seluruh unsur pemerintah daerah, Rabu (14/1/2026) di BPU Kantor Kecamatan.
Sukono menjelaskan, rapat tersebut dihadiri oleh unsur Polres, Polsek, Dinas Perhubungan, Satpol PP, pengelola Masjid Agung, perwakilan UMKM, serta forum pedagang kaki lima.
Dari hasil rapat, seluruh peserta sepakat memindahkan aktivitas Pasar Ramadan ke halaman parkir Tangga Arung Square.
“Alhamdulillah, semua unsur yang hadir menyetujui. Tujuan utamanya adalah memperkenalkan Tangga Arung Square sebagai pusat aktivitas ekonomi dan belanja masyarakat yang lebih modern,” ujar Sukono.
Menurutnya, pemusatan Pasar Ramadan di kawasan tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).
Jika Pasar Ramadan digelar di luar kawasan resmi pasar, maka kontribusi PAD dinilai tidak maksimal.
Selain itu, seluruh pedagang yang selama ini berjualan di sekitar Monumen Pancasila wajib pindah tanpa terkecuali.
Kebijakan ini telah dikoordinasikan bersama forum pedagang kaki lima dan mendapat persetujuan.
Kendati demikian, ada beberapa ketentuan yang harus dipatuhi.
Pedagang yang menjual pakaian muslim dan sejenisnya tidak diperbolehkan berjualan di area Pasar Ramadan Tangga Arung Square guna menghindari kecemburuan antarpedagang.
Sebagai solusi, pedagang pakaian muslim akan difasilitasi untuk berjualan di kawasan Masjid Agung oleh pihak pengelola masjid.
“Selain itu, pedagang juga tidak diperkenankan berjualan di lorong-lorong atau lantai dasar Tangga Arung Square. Semua harus tertib sesuai pengaturan,” ucap Sukono.
Untuk pembiayaan lapak dan kebutuhan teknis lainnya, sepenuhnya diserahkan kepada pedagang dan forum pedagang.
Pemerintah daerah berperan sebagai fasilitator yang mengarahkan dan menyiapkan lokasi agar pelaksanaan Pasar Ramadan berjalan tertib dan lancar.
Sukono memastikan lokasi di halaman parkir Tangga Arung Square sangat memadai untuk menampung lebih dari 100 pedagang.
Pemerintah telah menyiapkan sekitar 110 hingga 120 lapak sesuai jumlah pedagang yang mendaftar.
“Tempat parkir dan area jualan sudah kami cek langsung bersama peserta rapat dan sangat mencukupi,” tuturnya.
Pelaksanaan Pasar Ramadan ini diperkirakan berlangsung selama sekitar 24 hingga 25 hari.
Setelah Ramadan berakhir, seluruh pedagang diwajibkan untuk kembali ke tempat semula dan tidak diperkenankan menetap di lokasi tersebut.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat Tenggarong untuk memanfaatkan Pasar Ramadan di Tangga Arung Square sebagai tempat berbelanja yang aman, tertib, dan nyaman, serta mendukung kelancaran arus lalu lintas dan ketertiban umum selama bulan suci Ramadan.
Sementara itu, salah seorang pedagang, Abdul berharap keberadaan Pasar Ramadan dapat menghidupkan kembali aktivitas pertokoan di sekitar Tangga Arung Square yang selama ini belum sepenuhnya aktif.
“Kami ingin pasar ini ramai, sehingga ruko dan toko di sekitarnya ikut terbuka dan pengunjung semakin banyak,” katanya. (Dri)