• Selasa, 03 Februari 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Penampilan Sanggar Tari Gistara di salah satu event.(Foto: Dok. Gistara)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com) : Setelah sempat fakum cukup lama, Sanggar Tari Gistara yang berlokasi di Kecamatan Kota Bangun akhirnya bangkit dan siap menunjukkan eksistensinya kepada masyarakat.

Kebangkitan sanggar ini ditandai dengan penampilan mereka pada Acara Wadeh Urang Hulu (AWUH) Sabtu mendatang.

Wakil Ketua Sanggar Tari Gistara, Nabil Mulyanda Putra menjelaskan, Sanggar Gistara ini awalnya terbentuk pada tahun 2022 dari lima orang anggota yang berasal dari satu SMA di Kecamatan Kota Bangun. Saat itu, Gistara dibentuk untuk mewakili penampilan seni tari antar sekolah.

"Awalnya kita ini cuma tampil bawa nama sekolah. Tapi sebenarnya dari awal sudah pakai nama Sanggar Gistara. Jadi walaupun dibilangnya wakil sekolah, nama Gistara itu tetap disebut," ujar Nabil pada KutaiRaya.com saat dihubungi, Rabu (14/1/2026).

Nama Gistara sendiri berasal dari bahasa Sansekerta yang memiliki makna gerak yang diiringi irama. Nama dipilih karena mencerminkan esensi seni tari mereka, yaitu perpaduan antara gerakan dan alunan musik.

Seiring berjalannya waktu, Gistara mulai berkembang dan pada 27 September 2023, sanggar ini mulai tampil di luar sekolah, seperti pada acara Kota Bangun Fest dan kegiatan lainnya. Jumlah anggota pun bertambah hingga menjadi 10 orang dan semuanya masih aktif hingga sekarang.

Tapi, setelah para anggota lulus sekolah dan melanjutkan ke jenjang kuliah serta kerja, Sanggar Gistara sempat mengalami kefakuman hampir satu tahun. Kendalanya, kesulitan manajemen waktu, karena jadwal kuliah, pekerjaan yang berbeda-beda.

"Kalau latihan itu harus full, tidak boleh ada yang tak hadir. Jadi kalau ada satu dua orang tidak bisa, biasanya latihan jadi batal," jelasnya.

Selain itu, tantangan lainnya yang dihadapi seperti minimnya dukungan. Beberapa penampilan yang dilakukan hanya sebatas tampil tanpa bayaran, bahkan terkadang hanya mendapatkan konsumsi.

Meski begitu, semangat anggota tidak padam. Sanggar Gistara kini memutuskan untuk aktif kembali dan akan tampil di acara AWUH sebagai momen comebacknya mereka.

Di penampilan nanti, Gistara akan membawakan tarian Dayak kreasi yang dikombinasikan dengan gerakan Jepen dan Jaipong, tarian ini diberi judul Uwaliau,

"Uwaliau itu cerita tentang kami yang bangkit kembali, menatap penonton, dan ditatap penonton. Intinya konsep comeback," katanya.

Untuk jenis kesenian, Sanggar Gistara selama ini fokus pada seni tari, khususnya tari tradisional, seperti Jepen, Jaipong dan Dayak kreasi.

"Kami sebenarnya dari dulu pengen tampil di acara besar, tapi masih terkendala waktu. Takut kalau dipaksakan malah tidak maksimal," pungkasnya. (*zar)



Pasang Iklan
Top