• Selasa, 03 Februari 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Band Takeru saat perfoms di Taman Musik Kota Raja.(Foto: Achmad Nizar/Kutairaya)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com) : Taman Musik Kota Raja kini mulai dihidupkan dengan penampilan seni. Salah satu penampilan perdana datang dari Band Takeru yang tampil pada Sabtu malam, 10 Januari 2026.

Kehadiran mereka menjadi langkah awal dalam meramaikan taman yang disiapkan pemerintah sebagai wadah ekspresi seni dan hiburan.

Ketua Band Takeru, Taufan Muslimin mengungkapkan, rasa syukur atas tersedianya wadah pentas yang terbuka bagi masyarakat.

Menurutnya, semakin banyak fasilitas yang disiapkan pemerintah, maka perkembangan musik dan Tenggarong juga akan semakin hidup.

"Alhamdulillah, sekarang semakin banyak pentas yang disediakan pemerintah untuk masyarakat. Ini bagus untuk perkembangan musik dan kota Tenggarong jadi lebih ramai", ujarnya pada Kutairaya.com di Taman Musik Kota Raja, Sabtu (10/1/2026) malam lalu.

Band Takeru sendiri sering tampil di Taman Titik Nol Tenggarong setiap Rabu malam. Dan kini, band tersebut juga mengisi di Taman Musik Kota Raja.

"Titik nol tetap jalan, di sini juga tetap main. Karena sementara ini yang konsisten dan berkompetensi ya baru Takeru," ucapnya.

Ia menegaskan, tujuan dari Takeru bukan semata-mata soal bayaran, melainkan sebagai hiburan, baik untuk anggota band maupun masyarakat.

"Kita ini sebenarnya hiburan saja. Hiburan untuk pemainnya, untuk anggota kita dan semangat untuk meramaikan kota," katanya.

Sebelumnya, ia juga sempat bercerita, selama ini Band Takeru berjalan secara mandiri. Terkadang mereka tampil tak ada bayaran, kecuali jika ada bantuan dari pemerintah atau pokok-pokok pikiran (pokir) anggota dewan yang biasanya mereka sebut sebagai event spesial.

"Kalau kas habis, jujur saja kita urunan. Untuk kopi, untuk operasional kecil-kecilan. Di Tenggarong sendiri jarang ada kelompok musik yang mandiri seperti ini," ungkapnya.

Untuk jadwal penampilan, Band Takeru direncanakan mengisi Taman Musik Kota Raja satu kali dalam seminggu, yaitu setiap malam Minggu. Sementara itu, penampilan di Taman Titik Nol tetap berjalan pada malam Kamis.

Untuk antusias masyarakat, ia mengaku, hingga saat ini pengunjung masih lebih ramai di Taman Titik Nol, tapi kehadiran mereka di Taman Musik Kota Raja merupakan permintaan langsung dari kepala dinas PU saat peresmian taman tersebut.

"Walaupun tidak ada kompensasi, kita tetap diminta mengisi di sini setiap malam minggu. Kita orangnya mandiri," imbuhnya.

Ia berharap, nantinya akan ada perhatian lebih dari pemerintah. Apalagi, berdasarkan hasil rapat pengelolaan Taman Musik Kota Raja kini berada di bawah Dispar Kukar.

"Mudah-mudahan OPD terkait bisa tergerak, bisa memberikan kompensasi atau bantuan, terutama untuk operasional. Sementara ini kami main di sini atas saran Kepala Dinas PU," tukasnya. (*zar)



Pasang Iklan
Top