
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar Thauhid Afrilian Noor.(Foto: Andri Wahyudi/KutaiRaya)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Program digitalisasi pendidikan melalui Sekolah Google di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) masih menghadapi sejumlah kendala teknis, terutama terkait kualitas jaringan internet dan dukungan infrastruktur sekolah.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar, Thauhid Afrilian Noor, mengatakan, secara umum pelaksanaan Sekolah Google, baik yang berstatus Kandidat Sekolah Rujukan Google (KSRG) maupun Sekolah Rujukan Google (SRG), berjalan dengan baik.
Namun, persoalan jaringan masih menjadi tantangan utama.
“Kendala yang paling terasa itu soal sinyal. Kalau satu sekolah membuka pembelajaran digital secara bersamaan di semua kelas, jaringan memang kadang tidak stabil. Bahkan di dalam kotapun hal seperti ini masih sering terjadi,” ujar Thauhid kepada KutaiRaya.com, Senin (12/1/2026) di ruang kerjanya.
Ia menjelaskan, kendala jaringan bukan disebabkan oleh kesiapan sekolah atau sumber daya manusia.
Menurutnya, para guru telah dibekali pelatihan terlebih dahulu, sementara siswa relatif cepat beradaptasi dengan perangkat digital, seperti Chromebook dan laptop.
“Kalau dari sisi guru dan siswa, tidak ada kendala berarti. Digital itu sudah menjadi hal yang biasa, seperti menggunakan handphone atau laptop. Tantangannya murni lebih ke infrastruktur,” tuturnya.
Selain jaringan internet, ketersediaan listrik dan kondisi perangkat juga menjadi tantangan teknis di lapangan.
Kerusakan perangkat seperti Chromebook atau laptop dinilai wajar karena digunakan setiap hari dalam proses pembelajaran.
“Namanya juga dipakai terus, pasti ada perangkat yang rusak. Tapi itu bukan masalah besar, karena bisa ditangani melalui dana BOS dan dukungan dari dinas,” tambahnya.
Disdikbud Kukar juga berupaya mengatasi kendala jaringan dengan menambah perangkat pendukung, termasuk penggunaan jaringan alternatif, seperti Starlink di beberapa sekolah, guna memperkuat akses internet.
Sementara itu, Plt Kepala Bidang Pendidikan SMP Disdikbud Kukar, Emi Rosana Saleh, menyampaikan hingga saat ini terdapat 31 sekolah berstatus Kandidat Sekolah Rujukan Google (KSRG) SD maupun SMP dan satu sekolah berstatus Sekolah Rujukan Google (SRG), yakni SMPN 7 Muara Kaman.
Meskipun menghadapi sejumlah kendala teknis, Disdikbud Kukar menegaskan akan terus melanjutkan program digitalisasi pendidikan sebagai investasi jangka panjang dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah. (Dri)