
Banner Teras Sambar.(Foto: Dok. Kekraf Samboja Barat.)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com) : Kecamatan Samboja Barat, Kabupaten Kutai Kartanegara, kini memiliki ruang baru bagi pelaku seni dan pelaku UMKM melalui Teras Sambar.
Kegiatan ini diinisiasi oleh Kekraf Kecamatan Samboja Barat. Teras Sambar ini merupakan adaptasi dari konsep Simpang Odah Etam (SOE) di Tenggarong, namun dikemas sesuai dengan karakter Samboja Barat.
Ketua Kekraf Samboja Barat, Wahyu Fahrudin menjelaskan, Teras Sambar lahir dari kebutuhan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif sekaligus menyediakan pasar bagi produk-produk UMKM lokal.
"Kurang lebih Teras Sambar ini memang adaptasi dari Simpang Odah Etam. Kenapa diinisiasi, yang pertama tentu untuk pengembangan UMKM," ujar Wahyu pada Kutairaya.com saat dihubungi, Sabtu (10/1/2026).
Ia menuturkan, dukungan penuh dari Pemerintah Kecamatan Samboja Barat menjadi salah satu faktor hadirnya Teras Sambar.
"Kalau kita mendorong teman-teman untuk berinovasi dan membuat produk baru, artinya kita juga harus menyediakan pasar. Teras Sambar ini hadir sebagai jawaban," jelasnya.
Selain sebagai pusat UMKM, Teras Sambar juga diisi sebagai tempat atau panggung bagi pelaku seni. Melalui kegiatan ini, para seniman Samboja Barat tidak lagi harus tampil ke Balikpapan, Samarinda atau Tenggarong.
"Ini jadi wadah teman-teman pelaku seni untuk pentas, mengekspresikan karya, bahkan bisa jadi tempat latihan sebelum tampil di panggung yang lebih besar," tambahnya.
Dengan adanya Teras Sambar yang digelar rutin setiap minggu, pelaku UMKM rumah tangga diharapkan bisa naik kelas. Yang sebelumnya hanya memproduksi berdasarkan pesanan atau menjual di warung sekitar, kini memiliki tempat tetap berjualan dan berkembang.
"Di sini juga ada persaingan yang sehat. Persaingan untuk terus berinovasi, supaya produknya tidak itu-itu saja. Ini yang kami harapkan bisa menjadi motor bgi UMKM di Samboja Barat," ungkapnya.
Teras Sambar sendiri dilaunching pada 20 Desember 2025. Kegiatan ini dilaksanakan dua kali dalam seminggu, mulai malam Minggu dan Minggu pagi.
Pada malam Minggu, Teras Sambar diisi dengan pentas seni, musik akustik, serta kuliner UMKM. Sementara pada Minggu pagi, konsepnya seperti Car Free Day (CFD), Teras Sambat inj berlokasi di Lapangan Gelora Remaja Margomulyo.
"Lapangan ini memang pusat olahraga masyarakat. Jadi Minggu pagi jadi tempat warga berolahraga, berkumpul bersama keluarga, sekaligus menikmati jajanan sehat dari UMKM lokal," imbuhnya.
Untuk pelaku seni, ia menyebutkan, saat ini pelaku seni tidak hanya berasal dari Samboja Barat. Beberapa seniman dari kecamatan lain juga pernah tampil di kegiatan ini.
"Memang saat ini masih terbatas dari sisi anggaran, terutama untuk transport. Tapi sudah ada juga yang dari luar, seperti dari Loa Janan dan kecamatan lain," tukasnya. (*zar)