
Perumahan GTR.(Foto: Achmad Rizki/Kutairaya)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Sebanyak 250 unit perumahan akan dibangun pada 2026 ini.
Program pembangunan perumahan ini bagian dari mendukung program pemerintah pusat 3 juta perumahan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).
Kabid Sertifikasi, Klasifikasi, Kualifikasi, dan Registrasi Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kutai Kartanegara (Kukar), Darma Gumawang mengatakan, program pembangunan perumahan ini bertujuan menyediakan unit rumah yang layak huni, khususnya bagi MBR.
"Setiap tahun target kita terkait pembangunan perumahan 200-250 unit. Kami optimistis bisa tercapai," kata Dharma kepada Kutairaya.
"Target yang kita tetapkan ini juga melihat dari fluktuasi ekonomi daerah. Karena kondisi ekonomi daerah saat ini tengah menurun, sehingga pembangunan perumahan menyesuaikan," tambahnya.
Ia menjelaskan, sejumlah pengembang perumahan telah siap membangun perumahan MBR, seperti Griya Tambak Rel (GTR), Sumanis Idaman, Dinar Mas dan lainnya.
"Pembangunan perumahan ada di Kecamatan Tenggarong, Tenggarong Seberang dan lainnya," tuturnya.
Ia menegaskan, dalam pembangunan perumahan pemerintah mendukung sarana dan prasarana atau PSU-nya.
"Hadirnya pemerintah terkait pembangunan perumahan yaitu membangun penunjang atau PSU (Prasarana, Sarana dan Utilitas). Sehingga masyarakat tertarik untuk mengambil program perumahan, khususnya MBR," ujarnya.
Ia mengaku, yang menjadi tantangan dalam membangun unit perumahan layak huni dengan harga terjangkau, yakni material bangunan mengalami kenaikan harga.
Sedangkan harga jual unit perumahan tetap di Rp 182 juta.
"Tapi tantangan ini kita sampaikan ke pemerintah pusat. Karena yang menentukan harga MBR itu ialah pemerintah pusat," ucapnya
Sementara itu, Direktur PT. Griya Tambak Rel Anju Eben Ezer mengatakan, pihaknya sedang membangun perumahan di 2026 ini sebanyak 150 unit.
Karena lahan yang dimiliki oleh GTR masih ada sekitar 200 unit perumahan.
"Pembangunan perumahan ini sedang berjalan, targetnya 3-4 bulan ke depan sudah ada sekitar 40 unit perumahan," kata Anju.
Dari pembangunan tersebut, ada sekitar 95 persen khusus program perumahan MBR atau bersubsidi, lalu sisanya untuk nonsubsidi.
Dari pengalaman sebelumnya, penjualan perumahan dalam 1 tahun bisa mencapai 120 unit perumahan.
"Perumahan itu diminati dari masyarakat berbagai kecamatan di Kukar, bahkan luar daerah," ucapnya. (Ary)