• Jum'at, 04 September 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Suasana Lakeview Samboja di Malam Hari.(Foto: Dok. Lakeview Samboja)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Jumlah kunjungan wisatawan ke objek wisata Lakeview Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), mengalami penurunan sekitar 30 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Hal ini dipicu karena kondisi ekonomi yang tidak stabil.

Kendati demikian, pengelola tetap optimistis menghadapi tahun 2026 dengan menyiapkan berbagai pengembangan destinasi wisata baru.

Direktur Lakeview Samboja, Roby Susanto menyampaikan kunjungan wisata masih tergolong ramai, namun tidak seramai tahun lalu.

Rata-rata kunjungan wisatawan pada akhir pekan berada di kisaran 700 hingga 2.500 orang, dengan puncak kunjungan mencapai 2.500 orang pada 1 Januari 2026.

Sementara itu, pada hari biasa jumlah pengunjung berkisar 1.000–1.500 orang per hari.

“Kalau dibandingkan tahun lalu memang ada penurunan sekitar 30 persen,” ujarnya, Selasa (6/1/2026).

Ia menjelaskan, penurunan tersebut dipengaruhi kondisi perekonomian sepanjang tahun 2025 yang dinilai kurang stabil.

Beberapa perusahaan tambang di Kalimantan Timur (Kaltim) mengalami pengetatan operasional, ditambah dengan pembatasan dan rasionalisasi anggaran dari pemerintah pusat ke daerah yang turut berdampak pada daya beli masyarakat.

“Dari pantauan kami, hotel-hotel juga terlihat lebih sepi dibanding tahun lalu. Tapi kami tetap optimistis,” katanya.

Meskipun jumlah pengunjung menurun, beberapa wahana masih menjadi favorit wisatawan.

Dragon Slide tetap menjadi wahana paling diminati karena dinilai ikonik.

Disusul wahana baru Mocking Bird di posisi kedua dan Spider Coaster di urutan ketiga.

Sementara itu, progres pembangunan Kavalake, wahana baru yang berada di kawasan yang sama, saat ini telah mencapai sekitar 40–50 persen.

Kavalake mulai dibangun sekitar tiga bulan lalu dan sementara masih dapat diakses gratis oleh pengunjung Lakeview.

“Kavalake ini bagian dari Lajuland, tapi dengan PT dan investor yang berbeda,” ujarnya.

Ke depan, Kavalake akan mengusung konsep wisata keluarga.

Berbeda dengan Lakeview yang menyasar generasi muda dengan wahana adrenalin, Kavalake akan menyediakan 24 unit smart villa, 300 area camping ground, serta berbagai wahana air yang seluruhnya akan dipindahkan dari Lakeview.

Selain itu, objek wisata ini akan dibangun pulau buatan Seluang Island yang dilengkapi kolam arus, kolam renang infinity, playground anak, wahana kapal senggol, hingga area refleksi untuk pengunjung lanjut usia.

Pengunjung juga dapat menginap dengan pilihan akomodasi mulai dari camping ground hingga villa kelas menengah ke atas.

Meskipun menghadapi penurunan kunjungan, pengelola menegaskan tetap optimistis.

Pada 2026, fokus pengembangan diarahkan pada penyelesaian Kavalake hingga akhir tahun dan ditargetkan segera dibuka.

Selanjutnya pada 2027, akan dibangun dua destinasi besar lainnya, yakni Dinosaurus Park dan Ventureland, serta jogging track sepanjang 3 kilometer mengelilingi danau yang direncanakan menjadi pusat wisata Samboja.

Sementara itu, Kabid Pengembangan Destinasi Pariwisata Dispar Kukar, M. Ridha Fatranta mengatakan, pihaknya terus mendorong pengembangan destinasi wisata yang inovatif dan berkelanjutan guna menjaga dan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata.

“Kami berharap kondisi keuangan daerah ke depan bisa membaik, sehingga sektor pariwisata dapat kembali tumbuh dan memberikan kontribusi lebih besar terhadap PAD Kukar,” ucapnya. (Dri)



Pasang Iklan
Top