• Selasa, 20 Januari 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



‎Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur (Dinkes Kaltim), Jaya Muslimin. Selasa (06/01/2026).(Foto:Abi/KutaiRaya)


‎SAMARINDA, (KutaiRaya.com): Terkait langkah mitigasi penularan varian Superflu, Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur (Dinkes Kaltim) memberikan anjuran agar para masyarakat yang hendak berpergian dapat diberikan vaksin influenza, agar warga yang akan melakukan perjalanan tidak terjangkit virus ini.

Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, ‎Jaya Mualimin menyampaikan, anjuran ini bertujuan untuk bisa meningkatkan ketahanan tubuh dan perlindungan kesehatan para masyarakat, yang melakukan perjalanan internasional, hal ini didasari pada karakteristik dari virus Superflu yang memiliki kesamaan karakteristik dengan virus influenza.

‎"Sebagai tindakan antisipatif, pada masyarakat yang melakukan perjalanan ke luar negeri, kami anjurkan untuk bisa menambahkan vaksin influenza, karena karakteristik virusnya itu memiliki kemiripan dengan influenza A, B, C, dan D," ucapnya, Selasa (6/1/2026).

‎Tak lupa, ia juga menekankan bahwa, pemberian vaksin Influenza ini bersifat anjuran dan bukan suatu kewajiban yang sifatnya mengikat. Adapun pemberian vaksin ini merupakan tindakan preventif serta perlindungan diri secara pribadi bagi masyarakat.

‎"Tentunya penggunaan vaksin ini tidak diwajibkan, akan tetapi kami sangat menyarankan persoalan ini agar dapat menjaga kesehatan pribadi, khususnya bagi masyarakat yang kerap berkunjung ke negara lain," ujarnya.

‎Lanjutnya, ia menyebutkan, terkait dengan akses pasokan vaksin influenza saat ini, masyarakat dapat dengan mudah mengaksesnya karena saat ini telah tersedia di sejumlah klinik vaksinasi yang ada di wilayah Kalimantan Timur.

‎Pemerintahan Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) juga hingga saat ini, telah memastikan bahwa Pemprov Kaltim belum menerima laporan terkait munculnya kasus Superflu yang terdeteksi di tanah Kaltim. Namun, Pemprov Kaltim tetap meningkatkan sistem kewaspadaan dini, serta respons cepat terus dijalankan di setiap fasilitas kesehatan yang ada di Kaltim, guna mencegah lebih awal ketika nantinya virus Superflu ini masuk di Kaltim.

‎"Walaupun saat ini belum ada, namun kami hingga saat ini tetap terus melakukan pemantauan secara ketat, dan terus berkoordinasi dengan Balai Karantina Kesehatan, khususnya yang berada di pintu masuk seperti Kota Balikpapan dan Kota Samarinda," jelasnya.

‎Pengawasan juga berfokus pada para masyarakat yang kerap kali melakukan perjalan keluar negeri, khususnya bagi para masyarakat yang baru saja kembali dari perjalanan luar negeri dari negara-negara yang memiliki intensitas kasus tinggi, salah satunya Amerika Serikat. Menurutnya, gejala Superflu umumnya tergolong ringan, akan tetapi durasi penyembuhan yang dibutuhkan memakan waktu yang lebih lama.

‎Pihak Petugas Kesehatan yang berada di lapangan juga telah melakukan skrining kesehatan, dan juga pengambilan sampel flu sebagai langkah mitigasi awal pada potensi penyebaran virus ini.

‎"Secara Virologi, Virus Superflu ini merupakan virus H3N2 dengan Sub - Kelas K yang mengalami mutasi ringan, jadi untuk penanganannya masih bisa diantisipasi," tandasnya. (*Abi)



Pasang Iklan
Top