• Selasa, 20 Januari 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



‎Gubernur Kaltim, Rudy Masud. Senin (05/01/2026).(Foto:Abi/KutaiRaya)


‎SAMARINDA, (KutaiRaya.com) : Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur belum mengunci angka pasti Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) Tahun Anggaran 2025. Hingga awal Januari 2026, Pemprov baru mencatat posisi kas daerah berada di angka Rp788 miliar, yang masih bersifat sementara, Senin (5/1/2026).

‎Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud menyampaikan hal tersebut saat memimpin rapat evaluasi awal tahun di Samarinda. Rapat tersebut membahas kinerja pendapatan, belanja daerah, serta pelaksanaan program sepanjang 2025.

‎Rudy menjelaskan, capaian pendapatan daerah sementara berada di kisaran 93 persen, sementara belanja daerah tercatat sekitar 86 persen. Kondisi ini membuat penetapan SiLPA belum bisa dilakukan secara final.

‎“Posisi kas saat ini belum bisa dijadikan patokan SiLPA. Masih ada pendapatan yang belum sepenuhnya terealisasi,” kata Rudy.

‎Ia menambahkan, tingkat serapan belanja pada 2025 mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya. Pada 2024, realisasi belanja daerah mampu menembus angka sekitar 91 persen, sementara tahun lalu masih tertinggal beberapa poin.

‎Menurut Rudy, rendahnya serapan belanja menjadi catatan penting bagi seluruh perangkat daerah. Ia menegaskan perlunya pembenahan dalam perencanaan dan pelaksanaan kegiatan sejak awal tahun anggaran.

‎“Ke depan, proses lelang harus dipercepat. Jangan menumpuk di akhir tahun,” tegasnya.

‎Pemprov Kaltim, lanjut Rudy, akan tetap menerapkan mekanisme lelang dini sesuai aturan yang berlaku. Selain itu, perencanaan program akan diperketat agar pelaksanaan kegiatan tidak kembali tersendat.

‎Rapat tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji dan Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim Sri Wahyuni, serta jajaran kepala perangkat daerah. (*Abi)



Pasang Iklan
Top