• Selasa, 20 Januari 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Rumah warga Batuah KM 28 hancur akibat pergeseran tanah.(Achmad Rizki/Kutairaya)

TENGGARONG,(KutaiRaya.com): Sebanyak 20 Kepala Keluarga di KM 28 Desa Batuah, Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) berharap pemerintah daerah dapat menepati janjinya terkait merelokasi rumah warga, yang terdampak pergeseran tanah pada 2025 lalu.

Sekretaris RT 025 Desa Batuah, Rahman mengatakan, rumah warga telah hancur akibat pergeseran tanah.

Sehingga warga sangat mengharapkan rumah yang layak huni dari pemerintah daerah.

"Karena warga ini sudah tak punya lokasi dan uang untuk membangun. Kalau membangun di lokasi yang sama dikhawatirkan akan kembali terjadi hal yang sama," kata Rahman kepada Kutairaya, Jumat (2/1/2026).

Ia mengatakan, pemerintah daerah telah menjanjikan kepada warga Batuah, untuk membangunkan rumah di 2026 ini.

Pendataan dan peninjauan lokasi telah dilakukan oleh pemerintah daerah.

"Saat ini warga yang terdampak akibat pergeseran tanah, hanya tinggal menumpang di rumah keluarga ataupun teman," tuturnya.

Sementara itu Kepala Bidang Perumahan dan Permukiman Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Kukar, Hery Setyawan menjelaskan, pemerintah daerah telah mengalokasikan anggaran untuk 12 unit rumah terhadap warga yang terdampak, akibat pergeseran tanah di Batuah KM 28 Loa Janan.

"Untuk lokasinya sudah ada sekitar 1 hektare, untuk anggarannya sekitar 12 unit rumah," kata Hery.

Ia mengaku hingga saat ini Disperkim Kukar belum dapat anggaran penuh untuk merelokasi 20 warga yang terdampak.

Penyediaan unit rumah layak huni itu diperkirakan menelan anggaran Rp 29 milliar.

"Untuk penanganan warga terdampak dengan membangunkan unit rumah layak huni, diperkirakan mencapai Rp 29 milliar," ujarnya.

Pembangunan unit rumah layak huni bagi masyarakat akan dilakukan secara bertahap, mengingat kondisi keuangan daerah.

Dalam hal ini, ia akan mendorong pihak perusahaan untuk terlibat, dalam penyediaan rumah yang layak huni melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).

"Kami akan berkoordinasi dengan pihak perusahaan dalam penanganan ini," ucapnya. (ary)



Pasang Iklan
Top