
Bupati Kukar Aulia Rahman Basri.(Foto: Andri Wahyudi/Kutairaya)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) berencana memperkuat upaya mitigasi bencana banjir dan tanah longsor melalui pembangunan kolam retensi di sejumlah titik rawan.
Pembahasan terkait rencana tersebut akan dilakukan setelah libur panjang, termasuk melalui koordinasi lintas daerah dengan Pemerintah Kota Samarinda.
Hal ini disampaikan menyusul meningkatnya intensitas hujan yang menyebabkan banjir di beberapa wilayah Kukar, seperti Santan Ulu, Santan Ilir, dan Santan Tengah.
Selain itu, wilayah Badak juga dilaporkan terdampak, sehingga pemerintah daerah segera menggelar rapat mitigasi bencana.
“Insya Allah setelah libur panjang kita akan membicarakan kolam retensi, karena ada beberapa titik yang harus dibangun, baik di Samarinda maupun di Kukar. Utamanya di kawasan Tanah Datar, Muara Badak, serta di daerah sekitar bandara, agar penanganan banjir bisa lebih terjamin,” ujar Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, Rabu (31/12/2025).
Menurutnya, persoalan banjir dan tanah longsor menjadi perhatian serius pemerintah daerah, mengingat dampaknya yang langsung dirasakan masyarakat.
Sehingga dalam waktu dekat, Pemkab Kukar berencana untuk bertemu dengan Wali Kota Samarinda guna membahas penanganan bencana secara terpadu, khususnya di wilayah yang saling terhubung secara hidrologis.
“Pertemuan dengan Wali Kota Samarinda nanti fokus pada penanganan bencana. Ini penting karena persoalan banjir tidak mengenal batas administrasi,” katanya.
Sementara itu, Koordinator Lapangan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kukar, Eko Suryawinata menjelaskan, belakangan ini sejumlah wilayah di Kukar diguyur hujan dengan intensitas cukup tinggi disertai angin kencang.
Kondisi cuaca tersebut berpotensi menimbulkan berbagai bencana, seperti banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang.
“Menyikapi kondisi cuaca ekstrem ini, kami secara intens melakukan patroli di lapangan. Ini sebagai bentuk kesiapsiagaan petugas untuk memberikan penanganan cepat apabila terjadi musibah di masyarakat,” kata Eko.
Selain patroli, BPBD Kukar juga terus memantau perkembangan cuaca melalui informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Koordinasi dengan pemerintah kecamatan dan desa turut diperkuat guna memastikan informasi kebencanaan dapat segera ditindaklanjuti.
“Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada, terutama yang berada di daerah rawan banjir dan longsor, serta segera melaporkan ke aparat setempat apabila terjadi kondisi darurat,” ucapnya. (Dri)