
Bupati Kukar Aulia Rahman Basri saat Menyampaikan Capaian Program Kukar Idaman Selama 2025.(Foto: Andri Wahyudi/Kutairaya)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) menyampaikan rilis capaian kinerja selama tahun 2025 di Pendopo Odah Etam, Rabu (31/12/2025).
Dalam rilis tersebut, disampaikan sejumlah program pembangunan yang telah disusun, ada yang berhasil terealisasi sesuai target, namun sebagian lainnya masih belum optimal.
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, mengakui tahun 2026 akan menjadi periode yang penuh tantangan bagi pemerintah daerah.
Hal ini disebabkan oleh penurunan signifikan anggaran daerah yang mencapai hampir 40 persen, dari sebelumnya sekitar Rp 12 triliun menjadi Rp 7 triliun.
“Harapan kita tentu target kinerja di tahun 2026 bisa tercapai. Namun saya harus jujur menyampaikan bahwa tahun depan merupakan tahun yang sangat sulit. Diperlukan strategi yang luar biasa, terutama karena kondisi penganggaran kita yang menurun drastis,” ujar Aulia.
Kendati demikian, Aulia optimistis berbagai upaya yang telah dilakukan menunjukkan tren positif.
Selain mengandalkan transfer keuangan dari pemerintah pusat, Pemkab Kukar juga akan mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta mendorong konsep pembangunan kolaboratif dengan melibatkan pihak swasta.
“Konsep pembangunan di tahun 2026 lebih keras kita dorong ke arah kolaboratif. Peran pihak swasta sangat kita harapkan. Alhamdulillah, kami sudah beberapa kali bertemu dengan badan usaha di Kukar, dan respons mereka cukup baik,” ujarnya.
Sebagai contoh, Aulia menyebut kerja sama dengan Pertamina EP di wilayah Sangasanga yang menyatakan kesiapannya mendukung program makan bergizi bagi anak-anak dan lansia.
Menurutnya, kolaborasi semacam ini penting agar pemerintah daerah tidak sepenuhnya bergantung pada APBD, yang nantinya akan difokuskan sebagai penyangga terakhir untuk program-program prioritas.
Dalam kesempatan tersebut, Aulia juga memaparkan kesiapan implementasi Program RT Kukar Terbaik (RTKU Terbaik) yang akan menjadi salah satu program unggulan di tahun 2026.
Program ini telah melalui evaluasi menyeluruh dari 4 perspektif, yakni kelembagaan, perencanaan dan penganggaran, pelaksanaan, serta pertanggungjawaban.
“RTKU Terbaik ini landing-nya di kecamatan. Anggaran diturunkan ke kecamatan dan disalurkan ke RT melalui mekanisme belanja keuangan dengan sistem swakelola tipe empat. Setiap RT akan mengelola dana sebesar Rp 150 juta untuk menyelesaikan persoalan sosial kemasyarakatan di lingkungannya,” tutur Aulia.
Ia menegaskan, program ini dirancang agar pemerintah benar-benar hadir di tengah masyarakat hingga ke tingkat paling bawah, sekaligus memastikan akuntabilitas dan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.
Lebih lanjut, Aulia memaparkan sejumlah target pembangunan Kukar di tahun 2026, di antaranya pertumbuhan ekonomi sebesar 5,7 hingga 6,3 persen, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mencapai 77,37, penurunan tingkat kemiskinan ke kisaran 6,6–6,1 persen, serta tingkat pengangguran terbuka turun menjadi 3,9–3,7 persen.
Selain itu, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita ditargetkan berada pada kisaran Rp 265–270 juta, dengan gini rasio ditekan menjadi sekitar 0,29–0,27.
Untuk mencapai target tersebut, strategi pembangunan difokuskan pada peningkatan sarana dan prasarana kesehatan, penguatan layanan pendidikan dasar hingga menengah, pembangunan kelembagaan berbasis potensi daerah, penguatan regulasi dan pengawasan OPD, hingga pengembangan perumahan rakyat dan penataan wilayah kecamatan.
“Program RT Kukar Terbaik merupakan pengembangan dari program sebelumnya, seperti Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD) Rp 50 juta per RT, yang kini ditingkatkan menjadi Rp 150 juta per RT untuk memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi masyarakat,” tambahnya.
Aulia menegaskan komitmen Pemkab Kukar untuk tetap selaras dengan program nasional dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, serta menjalankan seluruh program dedikasi yang telah tertuang dalam perencanaan pembangunan daerah.
“Kita tidak boleh kehilangan semangat meski kemampuan keuangan terbatas. Dengan kolaborasi seluruh pihak, langkah bersama, dan kritik yang konstruktif, saya yakin Kutai Kartanegara mampu mewujudkan visi Kukar Idaman Terbaik,” ucapnya. (Dri)